Pengerjaan Jalan Fakfak-Siboru Sepanjang 24 Km Diawali Prosesi Adat
Melalui prosesi adat dan doa bersama tersebut, Liza Nairasari berharap pembangunan jalan alternatif Fakfak-Siboru berlangsung lancar.
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Tarsisius Sutomonaio
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Liza-Nairasari-menyampaikan-proyek-jalan-Fakfak-Siboru-tahap-1-segera-dikerjakan.jpg)
Ringkasan Berita:
- Prosesi adat menandai awal pembangunan jalan alternatif Fakfak–Siboru.
- Kontrak resmi ditandatangani pada 22 Desember 2025 antara PPK dan pelaksana pekerjaan.
- Tahap I adalah pengerjaan sepanjang 4 km dari total 24,08 km.
TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Proyek jalan Fakfak-Siboru yang menghubungkan pusat kota dengan Bandar Udara Siboru siap dikerjakan yang ditandai prosesi adat.
Itu disampaikan Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Fakfak, Liza Nairasari, kepada TribunPapuaBarat.com di Fakfak, Papua Barat, Sabtu (10/1/2025).
"Prosesi adat menjadi langkah awal sebelum dimulainya pembangunan jalan tahap 1," katanya.
Ia menyebutkan, pengerjaan jalan tahap 1 dimulai sepanjang 4 kilometer dari total jalan alternatif Fakfak-Siboru sepanjang 24,08 kilometer.
"Kontrak pembangunan tahap I telah resmi ditandatangani pada 22 Desember 2025 antara PPK dan pihak pelaksana pekerjaan," ujar Liza Nairasari.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Fakfak bersama Satuan Kerja (Satker) Pembangunan Jalan Nasional Wilayah V Papua Barat telah menggelar prosesi adat sebagai bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal.
Baca juga: Pemkab Fakfak Siapkan Lahan 1 Hektare untuk Perumahan BMKG di Kawasan Bandara Siboru
Prosesi itu juga termasuk upaya menjaring dukungan masyarakat dalam pembangunan jalan alternatif Fakfak menuju Siboru.
Liza mengatakan pembangunan infrastruktur di Tanah Papua harus sejalan dengan penghormatan terhadap nilai-nilai adat serta hak pemilik ulayat.
"Prosesi adat ini merupakan wujud kearifan lokal sekaligus bentuk komitmen pemerintah untuk membangun dengan melibatkan dan mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat," katanya.
Ia menekankan keberhasilan pembangunan tidak dapat tercapai tanpa adanya kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat.
"Dukungan semua tokoh adat, masyarakat, serta warga di sepanjang jalan sangat dibutuhkan agar pekerjaan dapat berjalan optimal," kata Liza Nairasari.
Karena itu, ia memohon dukungan dan partisipasi seluruh masyarakat.
Baca juga: Pemkab Fakfak Seriusi Pengembangan Bandara Siboru, Targetkan Perpanjangan Runway
Prosesi duduk adat ini melibatkan berbagai pihak antara lain Satuan Kerja (Satker) Pembangunan Jalan Nasional Wilayah V Papua Barat, dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan Trans Torea Mumre.
Ada juga para kepala distrik yang wilayahnya dilintasi jalan alternatif, yakni Distrik Pariwari dan Distrik Fakfak Barat, serta unsur Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Fakfak.
Melalui prosesi adat dan doa bersama tersebut, Liza Nairasari berharap pembangunan jalan alternatif Fakfak-Siboru berlangsung lancar.
"Termasuk mampu memberikan manfaat besar bagi peningkatan konektivitas wilayah, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Fakfak," katanya.
| Supratman Andi Agtas Resmikan 2.025 Posbankum di Papua Barat dan Papua Barat Daya |
|
|---|
| Pansus DPR Papua Barat Soroti SiLPA hingga Program Tak Sinkron dalam Evaluasi 25 OPD |
|
|---|
| Sindikat Judi Togel Papua Barat Disinyalir Merangsek hingga Pasar Thumburuni Fakfak |
|
|---|
| Kapolda Papua Barat Pimpin Panen Raya Jagung dan Resmikan Gudang-SPPG Polri |
|
|---|
| Petrus Makbon Ajak Masyarakat Pesisir Papua Barat Lestarikan Tradisi Sasi Laut |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.