Selasa, 19 Mei 2026

Berita Fakfak

Mama-mama Asli Papua Desak Pemda Fakfak Bangun Pasar Khusus dan Perhatikan Hak OAP

aspirasi disampaikan melalui spanduk yang dibentangkan di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Fakfak

Tayang:
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Hans Arnold Kapisa
zoom-inlihat foto Mama-mama Asli Papua Desak Pemda Fakfak Bangun Pasar Khusus dan Perhatikan Hak OAP
Tribunpapuabarat.com/Aldi Bimantara
FAKFAK - Persatuan Mama-Mama Asli Papua (Pemanas Papua) di Kabupaten Fakfak mendesak Pemerintah setempat untuk membangun Pasar Mama-mama Papua dan memperhatikan hak Orang Asli Papua (OAP) saat beraudiensi dengan DPRK Fakfak Papua Barat, Jumat (23/1/2026) 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Persatuan Mama-mama Asli Papua (Pemanas Papua) di Kabupaten Fakfak mendesak pemerintah daerah setempat untuk segera membangun pasar khusus bagi mama-mama Papua serta memberikan perhatian serius terhadap hak-hak Orang Asli Papua (OAP).

Pantauan TribunPapuaBarat.com, Jumat (23/1/2026), aspirasi disampaikan melalui spanduk yang dibentangkan di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Fakfak, Papua Barat.

Dalam aksi tersebut, Pemanas Papua menyuarakan enam tuntutan utama, yakni:

  1. Pemerintah Kabupaten Fakfak memastikan lokasi pembangunan pasar mama-mama asli Papua.
  2. Pemerintah segera membangun pondok pinang permanen bagi mama-mama Papua.
  3. Pemerintah wajib mengalokasikan dana pinjaman khusus untuk mendukung usaha mama-mama Papua.
  4. Pemerintah diminta memperhatikan pendidikan anak-anak serta menjamin layanan kesehatan bagi OAP.
  5. Pemerintah harus lebih memberi ruang bagi OAP dalam jabatan birokrasi daerah.
  6. Pemerintah diminta menghentikan aktivitas perusakan hutan dan alam Papua demi masa depan generasi mendatang.

Koordinator Pemanas Papua, Lusia Patiran, menegaskan bahwa tuntutan tersebut bukan untuk meminta penghormatan berlebihan, melainkan agar mama-mama Papua dihargai di atas tanah leluhur mereka sendiri.

“Pasar khusus sangat penting sebagai ruang ekonomi yang layak dan berkelanjutan bagi mama-mama Papua dalam menjalankan aktivitas jual beli,” ujar Lusia.

Baca juga: Pemkab Fakfak Latih Mama-mama Papua Kreasikan Anyaman Khas 

Selain itu, pihaknya menekankan perlunya pembangunan pondok pinang permanen untuk menggantikan fasilitas sementara yang dinilai tidak memadai. 

Mereka juga menuntut adanya dana pinjaman khusus sebagai dukungan modal usaha agar kesejahteraan keluarga dapat meningkat.

Pemanas Papua menyoroti masih terbatasnya akses pendidikan dan layanan kesehatan bagi anak-anak serta keluarga OAP di Fakfak.

Mereka berharap pemerintah daerah memberikan perhatian serius terhadap persoalan mendasar tersebut.

Di bidang birokrasi, mama-mama Papua juga meminta agar keterlibatan OAP dalam jabatan strategis di pemerintahan daerah lebih diperhatikan, sebagai bentuk keberpihakan terhadap masyarakat asli.

Dalam tuntutannya, Pemanas Papua juga menyerukan penghentian aktivitas perusakan hutan dan alam Papua.

Menurut mereka, hutan dan alam merupakan jaminan masa depan anak cucu yang harus dijaga dari eksploitasi merusak.

Aspirasi ini menjadi penegasan bahwa mama-mama Papua menginginkan pemerintah daerah lebih berpihak pada perlindungan hak, keberlanjutan lingkungan, serta peningkatan kesejahteraan OAP di Kabupaten Fakfak.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved