Rabu, 20 Mei 2026

Info Fakfak

Kapten Cpm Prasetyo Budhi Setiawan Luncurkan Buku 'Mozaik Budaya Fakfak'

Proses kreatif penulisan Mozaik Budaya Fakfak memakan waktu cukup panjang. Ditulis sejak tahun 2024

Tayang:
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Hans Arnold Kapisa
zoom-inlihat foto Kapten Cpm Prasetyo Budhi Setiawan Luncurkan Buku 'Mozaik Budaya Fakfak'
Tribunpapuabarat.com/Aldi Bimantara
INFO FAKFAK - Komandan Subdenpom XVIII/1-2 Fakfak, Kapten Cpm Prasetyo Budhi Setiawan (kanan) saat berjabat tangan dan menerima apresiasi langsung dari Bupati Fakfak Samaun Dahlan (kiri) pasca peluncuran Buku Mozaik Budaya Fakfak, Selasa (19/5/2026) 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Komandan Subdenpom XVIII/1-2 Fakfak, Kapten Cpm Prasetyo Budhi Setiawan, mencuri perhatian publik melalui peluncuran buku terbarunya berjudul Mozaik Budaya Fakfak.

Sosok yang dikenal tegas dan berwibawa ini ternyata tak hanya piawai dalam menjalankan tugas militer, tetapi juga memiliki kemampuan menulis yang mumpuni.

Kapten Prasetyo selama ini aktif dalam gerakan literasi nasional.

Selain menjalankan tugas sebagai komandan Subdenpom, ia juga dipercaya sebagai Sekretaris Umum Bhumi Literasi Anak Bangsa, sebuah organisasi yang fokus pada pengembangan budaya baca masyarakat.

“Proses kreatif penulisan Mozaik Budaya Fakfak memakan waktu cukup panjang. Ditulis sejak tahun 2024, buku ini akhirnya rampung pada 2026,” ujarnya, Selasa (19/5/2026).

Menurutnya, waktu dua tahun tersebut mencerminkan keseriusan dalam mendokumentasikan nilai-nilai tradisi, sejarah, serta kekayaan budaya masyarakat Fakfak.

Baca juga: Mengenal Tradisi Polele, Warisan Budaya yang Memupuk Kerukunan di Fakfak Papua Barat

Kapten Prasetyo menegaskan, melalui buku ini berbagai aspek budaya lokal diangkat sebagai benteng identitas daerah di tengah arus modernisasi.

Ia berharap karya tersebut mampu memperkenalkan keunikan Fakfak ke kancah yang lebih luas sekaligus menjadi referensi berharga bagi generasi muda Papua untuk mengenal akar budayanya.

“Buku ini merupakan bentuk persembahan dan jejak pengabdian selama bertugas di Tanah Papua. Fakfak memiliki kekayaan nilai yang sangat sayang jika tidak didokumentasikan,” tuturnya.

Ia menambahkan, literasi adalah cara paling efektif untuk menjaga ingatan sejarah dan identitas daerah agar tidak hilang ditelan zaman.

Peluncuran buku Mozaik Budaya Fakfak menjadi momentum penting yang memperlihatkan sinergi antara pemerintah daerah, aparat negara, dan pegiat literasi.

Langkah ini diharapkan dapat memantik semangat menulis di kalangan masyarakat lokal serta menginspirasi lahirnya karya-karya literasi baru dari ufuk timur Indonesia.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved