Selebrasi Piala Dunia 2026 Papua Barat
Pemuda Chozlet Kreatif Thumburuni Sulap Dinding Terminal Jadi Mural Piala Dunia 2026
Dengan karya mural, pemuda Fakfak membuktikan bahwa sepak bola bukan sekadar tontonan, melainkan inspirasi untuk berkarya
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Hans Arnold Kapisa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/kreatif-piala-dunia-01.jpg)
Ringkasan Berita:
- Anak muda Chozlet Kreatif Thumburuni menyulap dinding terminal lama dengan mural bendera negara peserta Piala Dunia 2026.
- Mural bendera negara peserta menjadi simbol kecintaan masyarakat Papua terhadap sepak bola, sekaligus rencana menjadikan komplek Thumburuni sebagai titik nonton bareng Piala Dunia 2026.
TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK – Menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026, semangat sepak bola dunia ikut menyala di Fakfak, Papua Barat.
Pemuda Chozlet Kreatif Thumburuni di Kelurahan Fakfak Selatan menyulap dinding terminal lama Pasar Thumburuni yang terbengkalai menjadi kanvas penuh warna dengan mural bendera negara peserta Piala Dunia.
Terminal yang sebelumnya kusam dan catnya mengelupas kini berubah wajah, dihiasi karya seni anak muda yang penuh energi.
“Kami dari pemuda Chozlet Kreatif Thumburuni ingin mempercantik dinding terminal menjelang Piala Dunia 2026 dengan kreativitas dan inovasi,” ujar Yan R Hukubun, salah satu penggerak komunitas, Kamis (28/5/2026).
Baca juga: Jelang Piala Dunia 2026, Pedagang Bendera Musiman Mulai Marak di Fakfak Papua Barat
Yan menuturkan, seluruh biaya pengecatan berasal dari swadaya muda-mudi komplek, ditambah tenaga sukarela dari para pemuda.
“Ke depan, kami berencana menambah ornamen khas Piala Dunia 2026, memasang lampu hias, serta bendera agar suasana semakin semarak,” tambahnya.
Meski belum mendapat dukungan dari pihak kelurahan, mereka berharap perhatian dan bantuan dari berbagai pihak agar kawasan Thumburuni bisa menjadi titik nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026.
“Kami ini sebagian besar tukang ojek, ada yang masih sekolah, ada yang menganggur, tapi semua punya semangat dan kreativitas yang layak diperhatikan,” tegas Yan.
Baca juga: Dari Ronaldinho ke Neymar, Dukungan Warga Fakfak untuk Timnas Brazil Tak Pernah Luntur
Pantauan Tribunpapuabarat.com, belasan bendera negara populer sudah menghiasi dinding terminal, mulai dari Argentina, Jerman, Brasil, Spanyol, Senegal, Belanda, Amerika Serikat, Meksiko, Uruguay, Paraguay, Prancis, Inggris, Qatar, Arab Saudi, Korea, Jepang, dan lainnya.
Dengan karya mural, pemuda Fakfak membuktikan bahwa sepak bola bukan sekadar tontonan, melainkan inspirasi untuk berkarya dan memperkuat identitas komunitas.
“Kami juga bagian dari masyarakat dunia, terlebih di Papua sepak bola adalah gairah yang menyatukan,” tutup Yan penuh semangat.