Sabtu, 25 April 2026

Berita Kaimana

Pemkab Kaimana Dorong Program Sejuta Pala Jadi Sentra Nasional 2030–2035

luas lahan pala di Kabupaten Kaimana saat ini mencapai sekitar 13.000 hektar, dengan hampir setengahnya sudah memasuki masa produksi aktif

Tayang:
Penulis: Arfat Jempot | Editor: Hans Arnold Kapisa
zoom-inlihat foto Pemkab Kaimana Dorong Program Sejuta Pala Jadi Sentra Nasional 2030–2035
Tribunpapuabarat.com/Arfat Jempot
KAIMANA - Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kaimana, Alexander Furay. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, KAIMANA - Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kaimana, Alexander Furay, menegaskan bahwa Pemerintah Daerah (Pemkab) Kaimana memiliki salah satu program unggulan di sektor pertanian, yakni program Sejuta Pala.  

“Pengembangan komoditas pala telah dilakukan secara berkelanjutan hingga sekarang dan ini menjadi salah satu program unggulan Pemkab di bidang pertanian,” ujar Alexander Furay di Kaimana, Jumat (24/4/2026).

Menurutnya, luas lahan pala di Kabupaten Kaimana saat ini mencapai sekitar 13.000 hektar, dengan hampir setengahnya sudah memasuki masa produksi aktif. 

Dalam dua tahun terakhir, produksi pala diperkirakan mencapai 1.000 ton atau setara satu juta kilogram.  

“Dari luas area yang ada, sebagian besar sudah mulai menghasilkan,” jelas Alex, sapaan akrab Alexander Furay.

Baca juga: Alexander Furay: Stok Pangan Lokal Untuk MBG dan Kebutuhan Masyarakat di Kaimana Masih Aman

Dengan harga jual pala yang bervariasi antara Rp30.000 hingga Rp40.000 per kilogram, perputaran ekonomi dari komoditas ini diperkirakan mencapai puluhan hingga ratusan miliar rupiah setiap tahun.  

“Kalau dihitung sederhana, satu juta kilogram dikalikan harga rata-rata Rp40.000, maka uang yang beredar bisa mencapai sekitar Rp40–60 miliar. Itu merupakan aliran uang dari luar daerah yang masuk langsung ke masyarakat,” ungkapnya.

Meski demikian, Alex mengakui kontribusi langsung sektor pala terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih belum terukur secara maksimal, terutama terkait mekanisme retribusi maupun pajak dari aktivitas perdagangan pala.  

“Kita belum mengetahui apakah ada retribusi dari para pembeli pala ke pajak, namun dari besaran pengiriman kita dapat menghitung berapa besar uang yang masuk ke Kaimana,” katanya.

Ia menegaskan, dampak ekonomi nyata sudah dirasakan masyarakat melalui meningkatnya aktivitas perdagangan dan pengiriman hasil pala keluar daerah. 

Ke depan, Pemkab Kaimana menargetkan melalui penguatan program Sejuta Pala serta dukungan kebijakan pembangunan kampung, termasuk program ‘Satu Miliar Satu Kampung’, Kaimana dapat menjadi sentra pala nasional pada periode 2030–2035.  

“Proyeksinya ke depan Kabupaten Kaimana dapat menjadi sentra pala nasional pada periode 2030 hingga 2035, dan ini sangat memungkinkan jika program Sejuta Pala berjalan konsisten. 

Saat ini, berdasarkan data nasional, luas area dan produksi pala Papua Barat menempati urutan ketiga atau keempat skala nasional, sedangkan Kaimana berada di posisi kedua setelah Fakfak untuk skala Papua Barat,” beber Alexander Furay.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved