Banjir Rendam 2 Kampung di Distrik Tebuni di Teluk Bintuni, 115 Keluarga Terdampak
BPBD dan Dinas Pekerjaan Umum Teluk Bintuni, ucap Lasarus Patiran, segera meninjau titik-titik yang mengakibatkan banjir.
Penulis: Randy Rumbia | Editor: Tarsisius Sutomonaio
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Kepala-Bidang-Logistik-dan-Kedaruratan-BPBD-Teluk-Bintuni-Lasarus-Patiran.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, BINTUNI - Banjir merendam Kampung Bangun Mulia dan Kampung Bangun Harjo, Distrik Tebuni, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat.
Dari informasi yang diperoleh TribunPapuaBarat.com, banjir itu terjadi sejak Sabtu (20/1/2024) malam.
Banjir di dua kampung di Distrik Tebuni mengakibatkan 115 kepala keluaga terdampak.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Teluk Bintuni mengatakan banjir dipicu oleh hujan berintensitas tinggi dalam beberapa terakhir.
Beberapa anak sungai di Distrik Tebuni pun meluap.
Baca juga: BMKG Prediksikan Potensi Banjir di Sejumlah Kabupaten se-Papua Barat, Ini Daerahnya
Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Teluk Bintuni, Lasarus Patiran, menyebut BPBD terus memantau ratusan keluarga yang terdampak banjir Distrik Tebuni.
BPBD akan mendatakan keluarga terdampak sebelum menyalurkan bantuan.
"Penyaluran logistik dilakukan sore ini (Minggu, 21/1/2024) atau besok pagi (Senin, 22/1/2024)," ujar Lasarus Patiran kepada TribunPapuaBarat.com, Minggu (21/01/2024).
BPBD dan Dinas Pekerjaan Umum Teluk Bintuni, ucapnya, segera meninjau titik-titik yang mengakibatkan banjir.
Baca juga: Penanganan Banjir Sorong Capai Rp 45 M, PUPR Papua Barat Minta Warga Setop Buang Sampah Sembarangan
Kepala Kampung Bangun Mulia, Suyadi, menyebut ketinggian banjir sebahu orang dewasa.
Air berasal dari luapan Sungai Tabaka dan Sungai Wasia.
Selain merendam permukiman warga, ucapnya, banjir pun merendam perkebunan masyarakat.
"Kerugian akibat kerusakan di kebun-kebun warga diperkirakan mencapai Rp 100 juta," kata Suyadi.
Menurutnya, banjir yang paling parah terjadi pada 2022. Saat itu, dalam seminggu bisa terjadi dua kali banjir.
Ia mengharapkan Pemerintah Daerah Kabupaten Teluk Bintuni menormalisasi sungai agar Kampung Bangun Mulia dan Kampung Bangun Harjo tidak menjadi langganan banjir.
banjir Distrik Tebuni
Kampung Bangun Mulia
Kampung Bangun Harjo
BPBD Teluk Bintuni
Lasarus Patiran
banjir
Distrik Tebuni
Teluk Bintuni
| DPRK Apresiasi Pengangkatan 1.054 PPPK Paruh Waktu di Teluk Bintuni |
|
|---|
| 1.054 Tenaga Honorer Teluk Bintuni Resmi Diangkat Jadi PPPK Paruh Waktu |
|
|---|
| Rotasi dan Pelantikan Pejabat Bintuni Tak Bertentangan dengan Otsus, Ini Penjelasan YLBH |
|
|---|
| Protes Penundaan Kompensasi Genting Oil, Marga Simuna Palang Akses Jalan di Distrik Sumuri |
|
|---|
| RSUD Teluk Bintuni Hadirkan Layanan USG Jantung Modern |
|
|---|