Kemenag Papua Barat
Soal Pernyataan Menteri Agama, Begini Respons Kakanwil Kemenag Papua Barat
"Intisarinya, guru itu adalah pekerjaan yang bermartabat dan harus mendapat apresiasi," kata Luksen Jems Mayor.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/penegasan-tentang-betapa-mulianya-profesi-guru.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM - Potongan video pernyataan Menteri Agama, Nasaruddin Umar, bahwa "guru upahnya amal jariyah, kalau mau cari uang jadi pedagang" sempat ramai dibicarakan publik.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Papua Barat, Luksen Jems Mayor, menyebut pernyataan itu justru sebagai penegasan tentang betapa mulianya profesi guru.
Menurutnyam jika disimak secara utuh, maksud pernyataan Menag itu adalah menegaskan bahwa pekerjaan guru itu sangat mulia.
"Kalau hanya mengejar kekayaan, tentu jalannya bukan guru, melainkan pedagang. Intisarinya, guru itu adalah pekerjaan yang bermartabat dan harus mendapat apresiasi," kata Luksen Jems Mayor.
Menurutnya, Kementerian Agama berkomitmen nyata untuk mendukung kesejahteraan guru.
Tahun 2025, alokasi sertifikasi guru meningkat signifikan, bahkan hampir 700 persen dibanding tahun sebelumnya.
Baca juga: Luksen Minta Semua Denominasi Gereja di Papua Barat Jaga Independensi
Sertifikasi guru yang sebelumnya bernilai Rp 1,5 juta naik menjadi Rp 2 juta.
Hal ini, ucap Kakanwil Kemenag Papua Barat, menunjukkan keseriusan Menag untuk memuliakan pekerjaan guru.
"Tidak ada niat sedikit pun untuk menyetarakan guru dengan pedagang. Justru beliau ingin mengangkat harkat dan martabat guru agar kita semua semakin menghormati profesi guru," ujar Luksen Jems Mayor.
Ia berpesan kepada guru-guru di Papua Barat, khususnya guru madrasah dan agama di semua jenjang pendidikan, agar memanfaatkan kesempatan sertifikasi dengan baik.
"Mari kita memuliakan profesi guru dengan mendidik anak-anak dengan sepenuh hati. Siapa lagi yang memuliakan pekerjaan guru kalau bukan guru itu sendiri," katanya.
Baca juga: Pesan Luksen Jems Mayor untuk Siswa MTs Kota Sorong: Disiplin, Hormati Guru
Kepala Bidang Pendidikan Agama Kristen Kanwil Kemenag Papua Barat, Raknumfor Trius Benson, juga menilai pernyataan Menteri Agama perlu disikapi secara positif.
Menurutnya, pernyataan Menteri Agama tersebut perlu dipahami sebagai motivasi.
"Tidak sedikit guru hari ini yang melupakan tugas pokoknya. Pernyataan itu justru menjadi pengingat untuk mengembalikan marwah guru agar tetap menjalankan tugas mulia dalam mendidik," ujarnya.
Kemenag Papua Barat berharap para guru semakin menghayati profesinya sebagai jalan pengabdian, amal jariyah.
Mereka adalah kunci mencetak generasi bangsa yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia.
| Aksi Damai Pemuda Suku Besar Arfak Desak Menag RI Definitifkan Barnabas Dowansiba |
|
|---|
| Sambut HAB ke-80, Kemenag Papua Barat Gelar Berbagai Lomba Selama 5 Hari |
|
|---|
| Kemenag Papua Barat Bakti Sosial dan Belanja Jualan Mama-mama Papua di Pasar Wosi |
|
|---|
| Kemenag Papua Barat Beri Bantuan ke Mahasiswa di 2 Asrama, Hasil Belanja ASN |
|
|---|
| Air Mata Warnai Acara Perpisahan Luksen Jems Mayor di Kemenag Papua Barat |
|
|---|