Info Fakfak
Mama David, Sosok Perempuan Kuat yang Bertahan Jualan Seadanya di Terminal Lama Thumburuni
Disyukuri saja apa adanya begini. Mau bilang laku juga yah kondisi terminal ini kan sudah lama tidak aktif jadi yah sepi
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Hans Arnold Kapisa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/mace-di-pasar-thumburuni.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Sosok pedagang yang akrab disapa Mama David masih bertahan di Terminal Lama Pasar Rakyat Thumburuni, Kabupaten Fakfak, Papua Barat.
Terminal ini sudah lama tak beroperasi sejak bangunan utama Pasar Rakyat Thumburuni terbakar pada kerusuhan sosial se-Tanah Papua tahun 2019.
Meski demikian, Mama David tetap berjualan di lapak yang telah ia tempati belasan tahun lamanya.
Saat ditemui pewarta Tribunpapuabarat.com, Jumat (29/5/2026), Mama David tampak merapikan barang dagangannya yang kini tak sebanyak dulu.
Hanya terlihat minuman ringan, mie instan, rokok, dan beberapa barang lain.
“Disyukuri saja apa adanya begini. Mau bilang laku juga yah kondisi terminal ini kan sudah lama tidak aktif jadi yah sepi,” ujarnya dengan wajah sedih.
Baca juga: Senyum Mama Jobelina Way dan Paulince Menjaga Asa di Pasar Thumburuni Fakfak
Ia mengaku dagangan yang dijual kini jauh berkurang dibanding masa lalu, menyesuaikan kondisi terminal yang tak lagi ramai.
“Di sini kami bertahan karena memang kebutuhan hidup sehari-hari,” tandasnya.
Seharian berjualan, hampir tak ada pembeli yang mampir. Padahal dulunya, Terminal Lama Pasar Thumburuni merupakan pusat keramaian dengan berbagai jalur trayek angkot.
“Saya bertahan karena memang tidak ada tempat lagi. Anak-anak juga harus sekolah jadi mau tidak mau ini sedikit-sedikit untuk menyambung hidup,” bebernya.
Mama David, ibu dua anak, juga merasakan dampak pandemi Covid-19 yang membuat kondisi ekonominya semakin terpuruk.
“Waktu itu dengan kondisi terminal yang sudah kosong, kami juga sudah tidak bisa berjualan. Pokoknya ekonomi pas-pasan,” katanya.
Baca juga: Sosok Inspiratif Hasim Bintahir, Fotografer Muda Fakfak yang Bangun Studio Sendiri
Berbagai cara ditempuh untuk bertahan hidup, termasuk mengikuti kebijakan pemerintah yang melarang keramaian.
Meski begitu, ia tak menyerah. Kini, selain berjualan di terminal, Mama David membuat kue dan menitipkannya di kios maupun warung.
“Alhamdulillah ada pemasukan, kami tetap bersyukur,” ucapnya.
| Pelantikan Dewan Paroki Santo Yosep Fakfak Jadi Momen Penting Perjalanan Pastoral Gereja |
|
|---|
| Bupati Samaun Dahlan Launching Penggunaan Kurikulum Katekesasi GPI Papua, Ini Pesannya |
|
|---|
| Bupati Samaun Dahlan Serahkan Hibah Rp125 Juta kepada Bakal Jemaat Galilea Torea |
|
|---|
| Investasi Migas di Fakfak: Samaun Dahlan Setujui Keterlibatan Masyarakat Adat dalam AMDAL |
|
|---|
| Bupati Samaun Dahlan Ungkap 7 Dampak Positif Migas bagi Masa Depan Fakfak |
|
|---|