Sabtu, 30 Mei 2026

Info Fakfak

Mama David, Sosok Perempuan Kuat yang Bertahan Jualan Seadanya di Terminal Lama Thumburuni

Disyukuri saja apa adanya begini. Mau bilang laku juga yah kondisi terminal ini kan sudah lama tidak aktif jadi yah sepi

Tayang:
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Hans Arnold Kapisa
zoom-inlihat foto Mama David, Sosok Perempuan Kuat yang Bertahan Jualan Seadanya di Terminal Lama Thumburuni
Tribunpapuabarat.com/Aldi Bimantara
FAKFAK - Salah satu pedagang Mama David di Terminal Pasar Rakyat Thumburuni Fakfak yang lama dan masih bertahan hingga kini di tengah kosongnya terminal tersebut mengais rejeki dengan berjualan seadanya, Jumat (29/5/2026) 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Sosok pedagang yang akrab disapa Mama David masih bertahan di Terminal Lama Pasar Rakyat Thumburuni, Kabupaten Fakfak, Papua Barat.

Terminal ini sudah lama tak beroperasi sejak bangunan utama Pasar Rakyat Thumburuni terbakar pada kerusuhan sosial se-Tanah Papua tahun 2019.

Meski demikian, Mama David tetap berjualan di lapak yang telah ia tempati belasan tahun lamanya.

Saat ditemui pewarta Tribunpapuabarat.com, Jumat (29/5/2026), Mama David tampak merapikan barang dagangannya yang kini tak sebanyak dulu.

Hanya terlihat minuman ringan, mie instan, rokok, dan beberapa barang lain.

“Disyukuri saja apa adanya begini. Mau bilang laku juga yah kondisi terminal ini kan sudah lama tidak aktif jadi yah sepi,” ujarnya dengan wajah sedih.

Baca juga: Senyum Mama Jobelina Way dan Paulince Menjaga Asa di Pasar Thumburuni Fakfak

Ia mengaku dagangan yang dijual kini jauh berkurang dibanding masa lalu, menyesuaikan kondisi terminal yang tak lagi ramai.

“Di sini kami bertahan karena memang kebutuhan hidup sehari-hari,” tandasnya.

Seharian berjualan, hampir tak ada pembeli yang mampir. Padahal dulunya, Terminal Lama Pasar Thumburuni merupakan pusat keramaian dengan berbagai jalur trayek angkot.

“Saya bertahan karena memang tidak ada tempat lagi. Anak-anak juga harus sekolah jadi mau tidak mau ini sedikit-sedikit untuk menyambung hidup,” bebernya.

Mama David, ibu dua anak, juga merasakan dampak pandemi Covid-19 yang membuat kondisi ekonominya semakin terpuruk.

“Waktu itu dengan kondisi terminal yang sudah kosong, kami juga sudah tidak bisa berjualan. Pokoknya ekonomi pas-pasan,” katanya.

Baca juga: Sosok Inspiratif Hasim Bintahir, Fotografer Muda Fakfak yang Bangun Studio Sendiri

Berbagai cara ditempuh untuk bertahan hidup, termasuk mengikuti kebijakan pemerintah yang melarang keramaian.

Meski begitu, ia tak menyerah. Kini, selain berjualan di terminal, Mama David membuat kue dan menitipkannya di kios maupun warung.

“Alhamdulillah ada pemasukan, kami tetap bersyukur,” ucapnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved