Rabu, 3 Juni 2026

Festival Sasbud Unipa Angkat Multikulturalisme dan Keberagaman Indonesia

kolaborasi lintas program studi dan komunitas ini juga sejalan dengan arahan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

Tayang:
zoom-inlihat foto Festival Sasbud Unipa Angkat Multikulturalisme dan Keberagaman Indonesia
Tribunpapuabarat.com/Matius Pilamo Siep
FESTIVAL SASBUD - Fakultas Sastra dan Budaya (Sasbud) Universitas Papua (Unipa) menggelar festival bertajuk “Multikulturalisme dan Keberagaman dalam Sastra untuk Generasi Masa Depan” di Aula Fakultas Sastra dan Budaya Unipa, Manokwari, Jumat (24/5/2026) 

“Ini merupakan pertama kalinya beberapa mata kuliah digabungkan dalam satu kegiatan besar di Fakultas Sastra dan Budaya,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Festival, Yeni Warwer, mengatakan kegiatan tersebut pada awalnya hanya dirancang sebagai bentuk ujian akhir mata kuliah Sanggar Sastra.

“Awalnya kami hanya membuat tugas berupa esai, cerpen, dan puisi. Namun sebagai bagian dari ujian mata kuliah Sanggar Sastra, kami kemudian berinisiatif mengembangkan hasil karya tersebut menjadi sebuah festival,” katanya.

Yeni menjelaskan bahwa konsep awal kegiatan hanya diperuntukkan bagi mahasiswa di dalam kelas. 

Namun tingginya minat dan dukungan dari berbagai pihak membuat penyelenggara memutuskan untuk membuka secara lebih luas.

“Awalnya kami rancang dalam ruang kelas untuk kami sendiri, tetapi karena antusiasme yang besar akhirnya kami membuka kegiatan ini untuk umum,” ujarnya.

Ia mengaku pelaksanaan festival mendapat dukungan penuh dari dosen Program Studi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Antropologi, serta seluruh mahasiswa Fakultas Sastra dan Budaya.

“Karena itu kami melibatkan mahasiswa angkatan 2023, 2024, dan 2025 untuk berpartisipasi dalam berbagai rangkaian kegiatan festival,” katanya.

Melalui kegiatan tersebut, Yeni berharap nilai-nilai keberagaman, toleransi, dan penghargaan terhadap perbedaan dapat terus tumbuh di kalangan mahasiswa serta menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di lingkungan kampus.

“Semoga melalui festival ini kita semakin memahami perbedaan-perbedaan yang ada di antara kita, sehingga perbedaan itu menjadi kekuatan untuk menyatukan, bukan memisahkan,” tutupnya.

 

 

 

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved