Kamis, 23 April 2026

Berita Teluk Bintuni

Kritik Dana Migas, Pemuda Sebyar: Anak-anak SD Aranday Masih Menembus Banjir

kondisi anak-anak yang masih berjalan di tengah banjir untuk menuntut ilmu menjadi cermin bahwa kebijakan pendidikan harus lebih berani

Tayang:
zoom-inlihat foto Kritik Dana Migas, Pemuda Sebyar: Anak-anak SD Aranday Masih Menembus Banjir
Tribunpapuabarat.com/Syahrul Said Refideso
BINTUNI - Pemuda Sebyar, Auti Efun diwawancarai media di Teluk Bintuni Papua Barat, Minggu (28/12/2025) 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, BINTUNI - Pemuda Sebyar, Auti Efun, mengkritisi kondisi anak-anak di SD Inpres Aranday, Distrik Aranday, Papua Barat, yang hingga kini masih harus menembus banjir dan melewati jalan rusak untuk bersekolah.

Ia menilai, situasi ini mencerminkan lemahnya keberpihakan kebijakan pendidikan terhadap wilayah penghasil minyak dan gas (migas).

“Ini bukan sekadar persoalan infrastruktur, melainkan kegagalan keberpihakan politik anggaran,” ujar Auti saat ditemui TribunPapuaBarat.com, di Bintuni, Minggu (28/12/2025).

Menurutnya, Dana Bagi Hasil (DBH) Migas yang bernilai besar berasal dari tanah adat Sebyar, namun penggunaannya belum menjawab kebutuhan mendasar masyarakat di Distrik Aranday.

“Tanpa akses jalan yang aman dan layak, pendidikan hanyalah retorika administratif,” tegasnya.

Baca juga: DPRK Teluk Bintuni RDP dengan Masyarakat Adat Suku Sebyar Bahas 10 Persen DBH Migas

Auti menambahkan, pembangunan pendidikan tidak cukup diukur dari laporan anggaran, jumlah ruang kelas, atau seragam sekolah.

"Yang lebih penting adalah memastikan anak-anak bisa berangkat dan pulang sekolah dengan aman," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa DBH Migas bukan dana netral karena lahir dari tanah adat Sebyar dan ruang hidup masyarakat adat.

Karena itu, penggunaannya wajib lebih dulu berpihak pada kebutuhan dasar masyarakat penghasil, termasuk akses jalan sekolah yang manusiawi bagi anak-anak SD Inpres Aranday.

“Anak-anak Sebyar tidak kekurangan semangat. Yang mereka butuhkan adalah kehadiran negara yang adil,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi anak-anak yang masih berjalan di tengah banjir untuk menuntut ilmu menjadi cermin bahwa kebijakan pendidikan harus lebih berani berpihak pada sumber dana. 

"Perbaikan akses jalan sekolah akan menjadi langkah nyata yang menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat penghasil migas," tegasnya.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved