Senin, 1 Juni 2026

Berita Teluk Bintuni

Proyek Jembatan di Distrik Babo Mangkrak Sejak 2022, Warga: Anggaran Rp1,2 Miliar di Mana?

wacana rehabilitasi tidak sejalan dengan anggaran Rp1,2 miliar yang sudah digunakan untuk pembangunan jembatan rakyat menjadi jembatan pera

Tayang:
zoom-inlihat foto Proyek Jembatan di Distrik Babo Mangkrak Sejak 2022, Warga: Anggaran Rp1,2 Miliar di Mana?
istimewa/Foto: Mohamad Rintobi
PROYEK MANGKRAK - Tampak jembatan di wilayah Distrik Babo Kabupaten Teluk Bintuni yang semula telah direncanakan untuk perbaikan sejak 2022 namun hingga kini ( Februari 2026) belum juga terealisasi alias "mangkrak". 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, BINTUNI – Jembatan rakyat di Distrik Babo, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, kembali menjadi sorotan warga dari sejumlah kampung di wilayah itu.

Warga mendesak pemerintah daerah (pemda) Teluk Bintuni segera memperbaiki jembatan yang rusak sejak 2022, karena dianggap sebagai urat nadi perekonomian masyarakat setempat.

“Jembatan ini sudah lama rusak dan hingga kini belum mendapatkan perbaikan dari pemda melalui instansi teknis,” kata seorang warga, Dirga Manuama, kepada wartawan di Teluk Bintuni, Selasa (3/2/2026).

Hal senada disampaikan Kepala Kampung Nuse Distrik Babo, Mohamad Rintobi, bahwa sejak 2022 perencanaan pembangunan jembatan rakyat itu belum juga terealisasi.

Rintobi menegaskan, bahwa masyarakat menolak wacana rehabilitasi jembatan yang baru akan dilakukan pada tahun 2026.

“Saya mendapat informasi bahwa di tahun 2026 ada wacana dari dinas teknis untuk melakukan perencanaan rehab. Kami sangat keberatan, karena tidak sesuai dengan kesepakatan awal,” ujarnya.

Baca juga: KPK Sebut Banyak Proyek Mangkrak di Tanah Papua Akibat Kolusi

Rintobi kembali mengingatkan, hasil pertemuan pada 27 Juli 2022 di Aula Dinas Perhubungan bersama mantan Ketua DPRK dan mantan Sekda Teluk Bintuni.

"Saat itu ada kesepakatan pembiayaan tahap pertama sebesar Rp10 miliar untuk pengadaan material. Sementara total perencanaan pembangunan jembatan diperkirakan mencapai Rp35 miliar," tegasnya.

Ia menilai wacana rehabilitasi tidak sejalan dengan anggaran Rp1,2 miliar yang sudah digunakan untuk pembangunan jembatan rakyat menjadi jembatan pera.

Respons Dinas Perhubungan

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Teluk Bintuni, Victor E Ririhena, menyampaikan bahwa tahun ini pemerintah daerah berfokus pada pembangunan pelabuhan besar di Distrik Babo

Tujuannya, agar kapal dapat bersandar dengan baik dan aktivitas masyarakat di pelabuhan lebih lancar.

“Saya mengajak masyarakat Distrik Babo agar kita saling mengerti. Kita fokus di satu dulu, baru nanti kita pikir ke depan lagi. Jangan terpengaruh berita hoaks yang bisa merugikan kita,” ujarnya melalui sambungan telepon.

Victor menambahkan, fokus pembangunan jembatan besar diharapkan dapat memperbaiki perputaran ekonomi masyarakat di Distrik Babo.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved