Berita Teluk Bintuni
Proyek Jembatan di Distrik Babo Mangkrak Sejak 2022, Warga: Anggaran Rp1,2 Miliar di Mana?
wacana rehabilitasi tidak sejalan dengan anggaran Rp1,2 miliar yang sudah digunakan untuk pembangunan jembatan rakyat menjadi jembatan pera
Penulis: Syahrul Said Refideso | Editor: Hans Arnold Kapisa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/jembatan-yang-mangkrak.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, BINTUNI – Jembatan rakyat di Distrik Babo, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, kembali menjadi sorotan warga dari sejumlah kampung di wilayah itu.
Warga mendesak pemerintah daerah (pemda) Teluk Bintuni segera memperbaiki jembatan yang rusak sejak 2022, karena dianggap sebagai urat nadi perekonomian masyarakat setempat.
“Jembatan ini sudah lama rusak dan hingga kini belum mendapatkan perbaikan dari pemda melalui instansi teknis,” kata seorang warga, Dirga Manuama, kepada wartawan di Teluk Bintuni, Selasa (3/2/2026).
Hal senada disampaikan Kepala Kampung Nuse Distrik Babo, Mohamad Rintobi, bahwa sejak 2022 perencanaan pembangunan jembatan rakyat itu belum juga terealisasi.
Rintobi menegaskan, bahwa masyarakat menolak wacana rehabilitasi jembatan yang baru akan dilakukan pada tahun 2026.
“Saya mendapat informasi bahwa di tahun 2026 ada wacana dari dinas teknis untuk melakukan perencanaan rehab. Kami sangat keberatan, karena tidak sesuai dengan kesepakatan awal,” ujarnya.
Baca juga: KPK Sebut Banyak Proyek Mangkrak di Tanah Papua Akibat Kolusi
Rintobi kembali mengingatkan, hasil pertemuan pada 27 Juli 2022 di Aula Dinas Perhubungan bersama mantan Ketua DPRK dan mantan Sekda Teluk Bintuni.
"Saat itu ada kesepakatan pembiayaan tahap pertama sebesar Rp10 miliar untuk pengadaan material. Sementara total perencanaan pembangunan jembatan diperkirakan mencapai Rp35 miliar," tegasnya.
Ia menilai wacana rehabilitasi tidak sejalan dengan anggaran Rp1,2 miliar yang sudah digunakan untuk pembangunan jembatan rakyat menjadi jembatan pera.
Respons Dinas Perhubungan
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Teluk Bintuni, Victor E Ririhena, menyampaikan bahwa tahun ini pemerintah daerah berfokus pada pembangunan pelabuhan besar di Distrik Babo
Tujuannya, agar kapal dapat bersandar dengan baik dan aktivitas masyarakat di pelabuhan lebih lancar.
“Saya mengajak masyarakat Distrik Babo agar kita saling mengerti. Kita fokus di satu dulu, baru nanti kita pikir ke depan lagi. Jangan terpengaruh berita hoaks yang bisa merugikan kita,” ujarnya melalui sambungan telepon.
Victor menambahkan, fokus pembangunan jembatan besar diharapkan dapat memperbaiki perputaran ekonomi masyarakat di Distrik Babo.
Proyek Jembatan Rakyat di Babo
Proyek Jembatan Mangkrak Sejak 2022
Distrik Babo
Mohamad Rintobi
Kampung Nuse
Dinas Perhubungan (Dishub)
Pemkab Teluk Bintuni
rehabilitasi jembatan
Victor E Ririhena
proyek mangkrak
| Genting Oil Klarifikasi Polemik Tenaga Kerja PT Mendo dan Disnaker Teluk Bintuni |
|
|---|
| Marsela Inanosa Apresiasi Peran Perusahaan Dukung Pemberdayaan Masyarakat Distrik Sumuri |
|
|---|
| Pemda Bintuni-Genting Oil Kasuri Akui Hak Adat, Kompensasi Tanah Ulayat Sumuri Diserahkan |
|
|---|
| Bupati Teluk Bintuni Minta Pencari Kerja Bersabar, Proses Formasi 546 Masih Berjalan |
|
|---|
| 23 Sekolah Ikuti LCC yang Digagas OSIS SMA Negeri 1 Teluk Bintuni |
|
|---|