Breaking News:

Pohon Pisang Raksasa di Papua Barat, Bisa Tumbuh Tinggi Capai 25 Meter hingga Terancam Punah

Pohon pisang raksasa tumbuh di Kampung Kwau, Distrik Warmare, Kabupaten Manokwari, Papua Barat.

(TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari Raharusun)
Hans Mandacan, warga Kampung Kwau, Distrik Warmare, Kabupaten Manokwari, berpose di dekat pisang raksasa Rabu (23/6/2021) 

Tradisi pengobatan Malaria menggunakan tumbuhan tersebut, kata Hans, sudah ada sejak nenek moyang.

Para warga zaman dulu mengobati Malaria dengan ramuan tradisonal dari pohon pisang raksasa tersebut.

"Awalnya ada orang yang punya pengetahuan tentang obat-obatan, namun tidak menempuh pendidikan khusus," ujar Hans kepada TribunPapuaBarat.com, Rabu (23/6/2021).

"Biasanya mereka gunakan kandungan air pada pelepah pisang raksasa, dan diberikan ke masyarakat yang sedang sakit Malaria."

"Sudah sejak lama orang tua kami menjadikan air pelepah pisang raksasa sebagai obat tradisional."

Baca juga: Malaria di Papua Masih Tinggi, Pemerintah Ungkap Karakteristik Masyarakat yang Buat Kasus Tinggi

Menurut tradisi warga setempat, penggunaan obat tradisional dari pisang raksasa ini ada dua cara.

"Ketika sakit, maka kita harus meminum dan mandi dari air yang terkandung dalam pelepah pisang raksasa," jelas pria asal Pegunungan Arfak ini.

Untuk satu pohon, kata Mandacan, masyarakat biasanya mengambil pelepah pisang raksasa bisa lebih dari 10 kali.

Penjelasan Dinkes

Mengenai pisang raksasa yang dipercaya bisa dijadikan obat tradisonal, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, Otto Parrorongan memberikan tanggapan.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved