Senin, 13 April 2026

Legenda Asal-usul Raja Ampat, Kisah 7 Telur hingga Tuah Keramat 4 Raja

Sebagian masyarakat Papua percaya bahwa Raja Ampat berasal dari seorang perempuan yang menemukan tujuh telur di sekitar perairan Kali Raja.

Tayang:
Editor: Astini Mega Sari
zoom-inlihat foto Legenda Asal-usul Raja Ampat, Kisah 7 Telur hingga Tuah Keramat 4 Raja
Kemenpar
Raja Ampat, Papua Barat - Simak legenda asal-usul Raja Ampat di Papua Barat 

TRIBUNPAPUABARAT.COM - Keindahan alam Raja Ampat memang tak perlu diragukan lagi.

Hingga kini, Raja Ampat masih menjadi destinasi wisata andalan yang ada di Provinsi Papua Barat.

Keindahan pesona alamnya yang eksotis, kecantikan terumbu karang, dan warna-warni ikan di lautan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Raja Ampat.

Tak heran, Raja Ampat masuk dalam wishlist destinasi wisata favorit para traveler.

Legenda Tujuh Telur

Salah satu legenda yang hidup di Raja Ampat adalah legenda tentang tujuh telur.

Sebagian masyarakat Papua percaya bahwa Raja Ampat berasal dari seorang perempuan yang menemukan tujuh telur di sekitar perairan Kali Raja.

Perempuan itu bernama Buku Denik Kapatlot. Suaminya, Aliau Gawan, meminta istrinya merebus telur. Namun, Denik menolak dan berharap telur tersebut menetas.

Tak lama, enam telur menetas dan menjelma menjadi manusia.

Baca juga: Daftar Lokasi Menyelam Terbaik di Raja Ampat, Ada 8 Spot yang Bisa Kamu Kunjungi

Lima di antaranya laki-laki dan seorang perempuan. Namun, satu jelmaan laki-laki menghilang dan tak ditemukan lagi.

Masyarakat percaya dia kembali ke alam gaib. Keempat anak laki-laki yang tersisa diberi nama Klanagi War, Kalanamiyan, Untusan, dan Kelimuri. Sementara yang perempuan bernama Pin Tekik.

Empat telur menetas dan menjadi pangeran yang kemudian menguasai empat pulau terbesar di wilayah tersebut, yakni Pulau Misool, Pulau Waigep, Pulau Salawati, dan Pulau Batanta.

Sedangkan tiga telur lainnya yang menetas menjadi perempuan, batu, dan hantu.

Sementara itu, orang-orang Fiawat yang tinggal tak jauh dari Kali Raja telah mengakui ketangguhan keluarga ini saat lomba adu tarik tali yang diprakarsai Buku Denik Kapatlot.

Orang Fiawat mulanya merasa akan menang karena Buku Denik Kapotlot hanya berdua dengan suaminya. Mereka tak menyadari bahwa penjelmaan telur-telur itu telah ikut membantu pertandingan itu.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved