Legenda Asal-usul Raja Ampat, Kisah 7 Telur hingga Tuah Keramat 4 Raja
Sebagian masyarakat Papua percaya bahwa Raja Ampat berasal dari seorang perempuan yang menemukan tujuh telur di sekitar perairan Kali Raja.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Raja-Ampat-Papua-Barat.jpg)
Selain itu, diperkirakan ada 1320 spesies ikan di sana—27 jenisnya hanya bisa ditemukan di Raja Ampat.
Menurut laporan The Nature Conservacy and Conservation International, sekitar 75 persen spesies dunia, tinggal di Raja Ampat.
Keanekaragaman bawah lautnya, air yang jernih, serta terumbu karang yang indah, membuat Raja Ampat menjadi situs fantastis bagi para penyelam atau snorkeler.
Salah satu spot menyelam favorit di Raja Ampat adalah Waigeo Selatan.
Selain itu penyelam bisa juga berkunjung di Raborek, Waogeo Barat, Batanta, dan Kofiau.
Jangan lupa berkunjung ke Teluk Kabui yang memiliki banyak pulau karang (karst) dan goa tengkorak.
Kabui Passage—bagian sangat sempit di antara Waigeo dan Pulau Gam yang ditemukan penjelajah Inggris pada 1860—menyimpan biota laut yang beragam.
Salah satu ikon Raja Ampat adalah Pulau Wayag, kumpulan bukit dan gunung karts yang berada di tengah laut.
Agar bisa memotret dan melihat pemandangan yang lebih indah, pengunjung harus menuju puncak bukit yang bisa didaki selama satu atau dua jam. Dari puncaknya, pengunjung bisa melihat seluruh pemandangan Raja Ampat. (*)
Berita lainnya terkait Papua Barat
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Asal-usul Raja Ampat, Legenda Tujuh Telur dan Tuah Keramat Empat Raja