Ki Hadjar Dewantara, Pahlawan Nasional yang Jadi Bapak Pendidikan Bangsa
Perkembangan pendidikan di Indonesia, tidak bisa dilepaskan dari perjuangan Ki Hadjar Dewantara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Ki-Hadjar-Dewantara.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM - Perkembangan pendidikan di Indonesia, tidak bisa dilepaskan dari perjuangan Ki Hadjar Dewantara.
Ki Hadjar Dewantara merupakan pahlawan nasional yang menjadi pelopor pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia pada zaman penjajahan Belanda.
Ki Hadjar Dewantara merupakan pendiri dari Taman Siswa untuk penduduk pribumi mendapatkan pendidikan yang sama dengan orang-orang bangsawan.
Baca juga: Soekarno, Pahlawan Nasional dan Bapak Proklamasi yang Rumuskan Pancasila
Nama Ki Hadjar Dewantara
Dilansir dari buku Kumpulan Pahlawan Indonesia (2012) karya Mirnawati, Ki Hadjar Dewantara memiliki nama asli Raden Mas Soewardi Soeryaningrat.
Lahir pada tanggal 2 Mei 1889 di Yogyakarta. Dirinya berasal dari lingkungan keluarga Keraton Yogyakarta.
Soewardi kecil cukup beruntung, berkesempatan menempuh pendidikan bersama dengan anak-anak bangsa Eropa di Sekolah Dasar Belanda ELS (Europeesche Lagere School).
Kemudian dirinya melanjutkan pendidikan ke STOVIA. Namun, dirinya tidak bisa menamatkan pendidikan dokternya dikarenakan sakit.
Saat usianya 40 tahun, Soewardi mengganti namanya menjadi Ki Hadjar Dewantara dan tidak lagi menggunakan gelar bangsawannya.
Hal ini dilakukan Ki Hadjar Dewantara agar bebas bersosialisasi dengan kalangan rakyat biasa.
Baca juga: Sosok Pahlawan Nasional Mohammad Hatta, Bapak Proklamasi yang Juga Dikenal sebagai Bapak Koperasi
Kiprah Ki Hadjar Dewantoro
Ki Hadjar Dewantara pernah bekerja sebagai wartawan di beberapa surat kabar, antara lain:
- Sedyotomo
- Midden Java
- De Express
- Oetoedan Hindia
- Kaoem Moeda
- Tjahaja Timoer
- Poesara
Dia menjadi salah satu penulis andal. tulisannya sangat komunikatif, tajam, dan patriotik sehingga mampu membangkitkan semangat antipenjajahan.
Selain menjadi wartawan muda, Ki Hadjar Dewantara juga aktif dalam organisasi sosial dan politik. Salah satunya aktif pada organisasi Budi Utomo.
Setelah itu pada tanggal 25 Desember 1912 dirinya mendirikan Indische Partij bersama dengan Douwes Dekker dan Cipto Mangunkusumo.