Vaksinasi Covid19
Cara Kerja, Keamanan, hingga Efek Samping Vaksin mRNA Covid-19
Vaksin berbasis messenger RNA (mRNA) telah mulai digunakan untuk menanganai atau mencegah penyebaran Covid-19 di Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Vaksin-Pfizerrr.jpg)
Dilansir dari Medical News Today, RNA adalah molekul yang terkenal rapuh.
Mengirimkan mRNA dengan sukses ke sel-sel di dalam tubuh kita dan memastikan bahwa enzim di dalam sel kita tidak terdegradasi adalah tantangan utama dalam pengembangan vaksin.
Modifikasi kimia selama proses pembuatan dapat secara signifikan meningkatkan stabilitas vaksin mRNA.
Baca juga: Beda Penampakan Paru-paru Pasien Covid-19 yang Belum dan Sudah Divaksin, Ini Kata Ahli
Enkapsulasi mRNA dalam nanopartikel lipid adalah salah satu cara untuk memastikan bahwa vaksin berhasil memasuki sel dan mengirimkan mRNA ke dalam sitoplasma.
mRNA tidak bertahan lama di sel kita. Setelah melewati instruksinya ke mesin pembuat protein di sel kita, enzim yang disebut ribonuklease (RNases) menurunkan mRNA.
Tidak mungkin bagi mRNA untuk pindah ke inti sel karena tidak memiliki sinyal yang memungkinkannya memasuki kompartemen ini. Ini berarti bahwa RNA tidak dapat berintegrasi ke dalam DNA sel yang divaksinasi.
Tidak ada risiko perubahan genetik jangka panjang dengan vaksin mRNA.
Efek Samping Vaksin mRNA
Vaksin mRNA COVID-19 oleh Pfizer dan Moderna telah menjalani uji keamanan dalam uji klinis pada manusia.
Di AS, Food and Drug Administration (FDA) telah memberikan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) untuk vaksin mRNA Pfizer setelah meninjau data keamanan dari lebih dari 37.000 peserta uji coba.
Baca juga: Vaksinasi Covid-19 untuk Ibu Hamil, Simak 10 Syaratnya
Dalam laman resminya, FDA melaporkan efek samping yang paling sering dilaporkan terkait penggunaan vaksin mRNA Pfizer, yang biasanya berlangsung beberapa hari, di antaranya yakni:
- Rasa sakit di tempat suntikan
- Kelelahan
- Sakit kepala
- Nyeri otot
- Kedinginan
- Nyeri sendi
- Demam
Sebagai catatan, lebih banyak orang mengalami efek samping ini setelah dosis kedua daripada setelah dosis pertama.
Jadi penting bagi penyedia dan penerima vaksinasi untuk dapat mengantisipasi bahwa mungkin ada beberapa efek samping setelah pemberian vaksin mRNA, terlebih setelah dosis kedua.
Meski bisa menimbulkan efek samping, vaksinasi kiranya tetap perlu dijangkau karena menawarkan kemanfaatan lebih banyak. (*)
Berita lainnya terkait Vaksinasi Covid-19
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Mengenal Vaksin mRNA Covid-19 dan Cara Kerjanya