5 Pahlawan Nasional dari Papua dan Papua Barat, Frans Kaisiepo hingga Machmud Singgeri Rumagesan

Dari Tanah Papua, lahir sejumlah pahlawan nasional yang memiliki peran penting bagi kemerdekaan Indonesia.

Editor: Astini Mega Sari
Kemendikbud
Frans Kaisiepo 

TRIBUNPAPUABARAT.COM - Dari Tanah Papua, lahir sejumlah pahlawan nasional yang memiliki peran penting bagi kemerdekaan Indonesia.

Simak lima pahlawan nasional yang berasal dari Papua dan Papua Barat:

1. Silas Papare

Pahlawan Nasional asal Papua, Silas Papare
Pahlawan Nasional asal Papua, Silas Papare (Grid.ID)

Silas Papare adalah salah satu Pahlawan Nasional asal Papua yang gigih memperjuangkan pengembalian Papua ke NKRI.

Ia lahir di Kampung Ariepi, Serui, Yapen Waropen pada 18 Desember 1918.

Saat masih berusia 9 tahun, ia masuk ke Sekolah Desa selama 3 tahun dengan bahasa pengantar bahasa daerah. Ia sempat tak melanjutkan sekolah selama setahun.

Tapi kemudian melanjutkan sekolah dan masuk ke sekolah juru rawat di Serui. Oleh Belanda, ia sempat dipercaya sebagai tenaga intelejen.

Pada masa pendudukan Sekutu dan Belanda sesudah Perang Dunia ke II, Silas Papare diangkat menjadi tentara Sekutu dengan pangkat sersan Persteklas.

Baca juga: Sosok Pahlawan Nasional Bung Tomo, Pengobar Semangat Rakyat Surabaya saat Lawan Penjajah

Namun sejak Sekutu meninggalkan Irian Jaya dan digantikan oleh Belanda, Silas Papare tidak lagi menjadi tentara dan kembali sebagai tenaga medis.

Akhir tahun 1945, Silas Papare diangkat sebagai Kepala Rumah Sakit Zending di Serui.

Setelah mendengar Indonesia merdeka, ia keluar dari pekerjaannya dan bergabung bersama pemuda Irian Barat di Batalyon Papua untuk mengadakan pemberontakan.

Pada tahun 1946, ia mendirikan Partai Kemerdkaan Indonesia Irian (PKII). Ia kembali ditahan.

Silas pun berhasil kabur ke Yogyakarta dan mendirikan Badan Perjuangan Irian pada Oktober 1949.

Cita-cita Silas Papare, yaitu mengakhiri kekuasaan Belanda di tanah leluhurnya dan mempertahankan kemerdekaannya.

Silas meninggal di Serui dan mendapatkan anugerah Pahlawan Indonesia pada 14 September 1993.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved