Pangeran Diponegoro, Pahlawan Nasional Pemimpin Perang Jawa Melawan Belanda

Pangeran Diponegoro adalah sosok pahlawan nasional yang tak lepas dari sejarah bangsa Indonesia dalam melawan penjajah.

(KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJO)
Replika lukisan Pangeran Diponegoro yang dilukis secara langsung oleh juru gambar, Adrianus Johannes Bik (1790-1972). Lukisan asli itu kini disimpan Rijsprentenkabinet di Rijkmuseum, Belanda. 

Makamnya terletak di Jalan Diponegoro, Makassar.

Tongkat Diponegoro

Menurut ahli sejarah Diponegoro asal Inggris, Peter Carey, Diponegoro punya tongkat kebanggaan.

Sang Pangeran mendapatkannya dari warga sekitar tahun 1815.

Tongkat tersebut digunakan Diponegoro selama berziarah di selatan Jawa, termasuk Yogyakarta.

Berdasarkan catatan Carey, tongkat tersebut menjadi artefak spiritual, terutama karena simbol cakra sepanjang 153 sentimeter yang ada di ujung atas tongkat.

Tongkat Pangeran Diponegoro yang juga disebut tongkat Kanjeng Kiai Tjokro kini disimpan di Galeri Nasional Indonesia.

Sebelumnya, selama 181 tahun tongkat tersebut disimpan salah satu keluarga keturunan Gubernur Jenderal Hindia Belanda Jean Chrétien Baud.

Baca juga: Kapitan Pattimura, Pahlawan Nasional asal Maluku yang Dihukum Mati oleh Belanda

Gelar Pahlawan Indonesia

Berdasarkan Buku Kumpulan Pahlawan Indonesia karya Mirnawati, Pangeran Diponegoro diberikan gelar pahlawan sesuai dengan SK Presiden RI No. 087/TK/1973 pada tanggal 6 November 1973. 

Pemberian gelar Pahlawan Indonesia ini karena perjuangan Pangeran Diponegoro melalui Perang Jawa harus diapresiasi.

Pembelaannya terhadap masyarakat kecil bisa menjadi contoh. 

Penghargaan dari UNESCO

Diambil dari website resmi Unesco, pada tanggal 21 Juni 2013 menetapkan Babad Diponegoro sebagai Warisan Ingatan Dunia (Memory of the World)

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved