Vaksinasi Covid19
Terlambat Dapat Suntikan Vaksin Covid-19 Dosis Kedua, Apa Dampaknya?
Vaksin Covid-19 yang digunakan di Indonesia saat ini memerlukan 2 dosis vaksin untuk mendapatkan antibodi yang optimal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Ilustrasi-vaksin-Covid-19.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM - Penyuntikan vaksin Covid-19 di Indonesia diperlukan dua dosis.
Hal itu untuk mendapatkan antibodi yang optimal.
Namun, karena jarak vaksin tersebut bukanlah waktu yang sebentar, terkadang orang lupa mendapatkan vaksin kedua.
Tidak hanya lupa, terkadang masyarakat juga terlambat karena adanya keterbatasan suplai vaksin yang masih mengandalkan kiriman dari luar negeri yang bertahap.
Lalu, apa yang risikonya?
Baca juga: Olahraga Berat hingga 7 Hari setelah Vaksinasi Covid-19 Tak Disarankan, Ini Alasannya
Vaksin yang Digunakan di Indonesia
Sampai Juli 2021, vaksin yang sudah masuk ke Indonesia ada empat, yaitu Sinovac, Sinopharm, AstraZeneca, dan Moderna.
Pada bulan Agustus mendatang, dijadwalkan vaksin Pfizer akan tersedia untuk digunakan di sini.
Penting untuk mengetahui masing-masing jarak pemberian vaksin dosis pertama ke dosis kedua.
Berikut adalah jarak pemberian vaksin:
- Sinovac: 2 sampai 3 minggu
- Sinopharm: 3 sampai 6 minggu
- AstraZeneca: 8 sampai 12 minggu
- Moderna: 3 sampai 6 minggu
- Pfizer: 4 sampai 6 minggu
Baca juga: Vaksin Covid-19 Dosis Ketiga sebagai Booster, Ini Sejumlah Hal yang Perlu Kamu Ketahui
Jika Terlambat Vaksin Kedua
Sebagian orang mungkin lupa hingga terlewat jadwal vaksin kedua.
Beberapa beranggapan bahwa ini bisa menyebabkan efektivitas vaksin menurun.
Dilansir dari Manila Buletin, jika dosis vaksin Sinovac yang kedua terlambat, ini tidak akan mempengaruhi efektivitas vaksin tersebut.
Selama jarak kedua suntiknya tidak lebih dari 6 bulan, aman saja untuk melanjutkan vaksin tersebut.