Breaking News:

Kapendam Sebut Anggota KNPB Lari ke Hutan Bawa Senjata Api Masing-masing Pascaserang Posramil Kisor

Kapendam XVIII/Kasuari menyebut para anggota KNPB membawa senjata api saat melakukan penyerangan di Posramil Kisor, Kabupaten Maybrat, Papua Barat.

(Kodam XVIII/Kasuari)
Aparat keamanan melakukan pengejaran terhadap anggota KNPB di Maybrat, Papua Barat. 

Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG - Kepala Penerangan Kodam XVIII/Kasuari, Letnan Kolonel Arm Hendra Pesireron menyebut para anggota Komite Nasional Papua Barat (KNPB) membawa senjata api saat melakukan penyerangan di Posramil Kisor, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, beberapa waktu lalu.

Setelah melakukan aksinya, para pelaku kabur ke hutan membawa senjata api.

"Mereka lari ke hutan memang bawa senjata," ujar Hendra saat dihubungi TribunPapuaBarat.com, Selasa (7/9/2021).

"Sekitar 20-an orang itu lari bawa senjata api (senpi) masing-masing," tuturnya.

Baca juga: Warga 24 Kampung Mengungsi ke Hutan Pascapenyerangan Posramil Kisor, Kapendam: Mereka Diancam

Kondisi Posramil Kisor, Maybrat, Papua Barat.
Kondisi Posramil Kisor, Maybrat, Papua Barat. (dok. Kodam XVIII/Kasuari)

Hendra juga mengatakan, setelah melakukan penyerangan, para anggota KNPB sempat kembali ke kampung untuk mengancam warga setempat agar lari ke hutan.

"Ada sebagian tidak mau ikut, namun mereka diancam. Jadi mau tidak mau tetap ikut sebab ancamannya dibunuh," ungkap Hendra.

Terkait kepemilikan senjata paa pelaku, Hendra mengaku pihaknya belum mendapatkan informasi lebih lanjut terkait hal tersebut. 

Diberitakan sebelumnya, sekitar 50 orang tak dikenal menyerang Posramil Kisor di Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, Kamis (2/9/2021) dini hari.

Baca juga: KNPB Menyangkal Terlibat dalam Penyerangan Posramil Kisor, Kapendam Kasuari: Jangan Cuci Tangan

Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen I Nyoman Cantiasa menyatakan, para pelaku adalah Kelompok Separatis Teroris (KST) yang ingin mengacaukan situasi keamanan di Papua.

Penyerangan yang dilakukan pukul 03.00 WIT itu mengakibatkan empat prajurit TNI gugur dan dua lainnya mengalami luka berat.

Empat anggota TNI yang gugur adalah Serda Amrosius, Praka Dirham, Pratu Zul Ansari, dan Lettu Chb Dirman.

Sementara dua personel yang mengalami luka berat, yaitu Sertu Juliano dan Pratu Ikbal.  (*)

Berita terkait lainnya

Penulis: Safwan Ashari Raharusun
Editor: Astini Mega Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved