Vaksinasi Covid19
Kantongi Izin EUA BPOM, Simak Efikasi hingga Efek Samping Vaksin Cansino
BPOM menerbitkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) untuk penggunaan vaksin Convidecia yang diproduksi Cansino.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Vaksinator-menyuntikanvaksin-dosis-ketiga-atau-booster-vaksin-Moderna.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menerbitkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) untuk penggunaan vaksin Convidecia yang diproduksi Cansino.
Kepala BPOM Penny K Lukito mengatakan, penerbitan izin jenis vaksin tersebut telah melalui pengkajian yang intensif terhadap keamanan, khasiat, dan juga mutunya.
"Kami melibatkan para pakar di bidang farmakologi, imunologi, klinisi, apoteker, epidemiologi, virologi, dan biomedik yang tergabung dalam tim Komite Nasional Penilai Khusus Vaksin Covid-19, ITAGI, serta asosiasi klinisi terkait,” kata Penny, melalui keterangan pers, Selasa (7/9/2021).
Fakta Vaksin Cansino
Sebelum menggunakan vaksin Cansino ini, kenali dulu fakta-faktanya.
Baca juga: Menlu Retno Marsudi Sebut Indonesia Telah Terima 229,6 Juta Vaksin Covid-19
1. Kandungan Vaksin
Dikutip dari situs Precisionvaccinations, Jumat (3/9/2021), Convidicea (Ad5-nCoV) adalah vaksin vektor virus rekombinan baru untuk Covid-19 di China.
Vaksin ini diberikan untuk dosis tunggal atau satu kali penyuntikan di atas platform teknologi vaksin vektor virus berbasis adenovirus CanSinoBIO.
Cara kerja vaksin ini menggunakan virus flu biasa yang dilemahkan (adenovirus, yang menginfeksi sel manusia dengan mudah tetapi tidak mampu menyebabkan penyakit), untuk mengirimkan materi genetik yang mengkode protein lonjakan SARS-CoV-2 ke sel.
Sel-sel ini kemudian menghasilkan protein lonjakan dan melakukan perjalanan ke kelenjar getah bening, di mana sistem kekebalan menciptakan antibodi yang akan mengenali protein lonjakan itu dan melawan virus corona.
Convidecia mirip dengan vaksin vektor virus lainnya yang diproduksi oleh AstraZeneca (AZD1222), Sputnick V (Gam-COVID-Vac), dan Ad26.COV2.S.
2. Sekali Suntik
Sama seperti vaksin Janssen, vaksin yang diproduksi Cansino juga hanya satu dosis sekali suntik.
Vaksin ini nantinya juga akan digunakan untuk kelompok usia 18 tahun ke atas dengan dosis tunggal sebanyak 0,5 mL secara intramuscular (disuntikkan ke otot tubuh seperti bahu).
Baca juga: Penampakan Paru-paru Pasien Covid-19 yang Sudah Vaksin dan Belum, Ahli Jelaskan Perbedaannya
3. Efikasi