Kamis, 21 Mei 2026

Kondisi Psikologis Anak-anak Pengungsi di Maybrat Diperhatikan, Nakes: Agar Mereka Semangat Kembali

Petugas medis di Distrik Aitinyo, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, membuat sejumlah kegiatan bagi anak-anak pengungsi guna mencegah rasa trauma ...

Tayang:
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
zoom-inlihat foto Kondisi Psikologis Anak-anak Pengungsi di Maybrat Diperhatikan, Nakes: Agar Mereka Semangat Kembali
(TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari Raharusun)
Kondisi anak-anak di tempat pengungsian di Aula Distrik Aitinyo, Kabupaten Maybrat. 

Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MAYBRAT - Petugas medis di Distrik Aitinyo, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, membuat sejumlah kegiatan bagi anak-anak pengungsi guna mencegah rasa trauma pascapenyerangan Posramil Kisor

Seorang petugas medis di Puskesmas Aitinyo, Dance Sraun mengatakan, kondisi psikologis anak-anak pengungsi harus diperhatikan.

"Jadi kita membuat permainan agar membuat mereka semangat kembali," ujar Sraun kepada sejumlah awak media, Kamis (9/9/2021).

Kondisi anak-anak di tempat pengungsian di Aula Distrik Aitinyo, Kabupaten Maybrat.
Kondisi anak-anak di tempat pengungsian di Aula Distrik Aitinyo, Kabupaten Maybrat. ((TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari Raharusun))

Baca juga: Minta Warga di Maybrat Tak Perlu Takut TNI-Polri, Polda Papua Barat: Kami ke Sana Menangkap Pelaku

Hal itu dilakukan agar anak-anak pengungsi bisa semangat kembali.

"Caranya sederhana, sebab hanya diajak untuk mengikuti prosedur 6 langkah cuci tangan, sikat gigi dan belajar menari serta bernyanyi," tutur Sraun.

"Tujuannya hanya sederhana saja, kegiatan ini untuk menghilangkan tekanan psikologis."

"Kita akan lakukan kegiatan ini beberapa kali dan metodenya pun akan disesuaikan."

Kegiatan itu dibuat tak hanya di dalam ruangan, namun juga akan dilakukan di alam terbuka untuk menghilangkan rasa trauma pada anak-anak.

Baca juga: Demi Anak-anak Pengungsi Bisa Tetap Sekolah, Bupati Maybrat Panggil Kadis Pendidikan Cari Alternatif

Bupati Maybrat Minta Warga Tak Mudah Terhasut Informasi Hoaks

enyerangan Posramil Kisor beberapa waktu lalu di Kabupaten Maybrat, Papua Barat, membuat banyak masyarakat memilih mengungsi.

Terkait hal tersebut, Bupati Kabupaten Maybrat Bernard Sagrim mengimbau masyarakat tak mudah terpengaruh informasi hoaks demi terciptanya situasi yang tertib dan aman.

Bernard berharap persitiwa kriminal dan kekerasan di wilayahnya tak terulang kembali.

Bupati Maybrat Bernard Sagrim menemui masyarakat pascapenyerangan Posramil Kisor. Ia mengimbau warga tak mudah terhasut informasi hoaks.
Bupati Maybrat Bernard Sagrim menemui masyarakat pascapenyerangan Posramil Kisor. Ia mengimbau warga tak mudah terhasut informasi hoaks. ((TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari Raharusun))

Baca juga: Soal Aktivitas Pemerintahan Pascapenyerangan Posramil Kisor, Bupati Maybrat: Para Pegawai Juga Takut

"Kamu ingat bahwa di Distrik Aitinyo Raya, pernah dalam sejarah dan menjadi daerah merah," ujar Bernard, saat memberikan sosialisasi kepada masyarakat, Kamis (9/9/2021).

"Jangan sampai sejarah tersebut diulangi lagi karena secara langsung berhadapan dengan aparat."

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved