Penyebab dan Gejala Jantung Koroner, Simak Juga Cara Perawatannya
Penyakit jantung koroner sering dikenal juga dengan penyakit jantung iskemik atau penyakit arteri koroner.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Ilustrasi-serangan-jantung.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM - Penyakit jantung koroner sering dikenal juga dengan penyakit jantung iskemik atau penyakit arteri koroner.
Penyakit ini menjadi satu di antara penyebab kematian terbanyak di dunia.
Penyebab Penyakit Jantung Koroner
Penyakit jantung koroner disebabkan penyempitan pembuluh darah.
Terjadinya penyempitan pembuluh darah di daerah jantung akan mengakibatkan terjadinya aliran darah terganggu sebagian atau menghalangi sama sekali.
Baca juga: Bisakah Penderita Penyakit Jantung Mendapatkan Vaksinasi Covid-19? Ini Penjelasan Dokter
Penyempitan pembuluh darah umumnya terjadi karena kondisi aterosklerosis.
Aterosklerosis adalah kondisi dimana terdapat penumpukan plak di dinding pembuluh darah.
Penyusun utama plak tersebut adalah lemak.
Aterosklerosis umumnya disebabkan oleh gaya hidup, seperti merokok dan minum-minuman beralkohol. S
elain itu, kondisi ini juga bisa dipicu kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, dan diabetes.
Jika tidak segera diobati, penyakit ini bisa membuat otot jantung menjadi lemah.
Ini bisa memicu gagal jantung, yaitu kondisi jantung tidak bisa memompa darah ke seluruh tubuh.
Baca juga: Bisa Terjadi pada Semua Usia, Kenali 7 Gejala Gagal Jantung yang Perlu Diwaspadai
Gejala Penyakit Jantung Koroner
- Sakit di bagian dada (angina)
- Nafas pendek
- Sakit atau tidak nyaman di bahu dan lengan
- Pingsan
- Mual
- Keringat dingin
Namun, ada juga sebagian orang yang tidak merasakan gejala apa-apa hingga terdiagnosis penyakit jantung koroner atau terkena serangan jantung.
Baca juga: Hasil Penelitian Sebut Orang dengan Golongan Darah Ini Lebih Berisiko Kena Serangan Jantung
Perawatan Penyakit Jantung Koroner