Sabtu, 25 April 2026

Perlu Dosis Booser, Perlindungan Vaksin Covid-19 Moderna Disebut Berkurang Seiring Waktu

Moderna melaporkan data baru dari uji coba besar vaksin Covid-19 (MRNA.O) menunjukkan bahwa perlindungan vaksin tersebut berkurang seiring waktu.

Tayang:
Editor: Astini Mega Sari
zoom-inlihat foto Perlu Dosis Booser, Perlindungan Vaksin Covid-19 Moderna Disebut Berkurang Seiring Waktu
Tribunnews/Jeprima
Tampak pada gambar vaksin Covid-19 Moderna yang akan menjadi dosis ketiga atau vaksin booster dan jarum suntik bagi tenaga kesehatan di Puskesmas Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Senin (9/8/2021). Penyuntikan dosis ketiga itu dimaksudkan untuk memberikan proteksi tambahan kepada petugas kesehatan, terutama bagi yang merawat pasien Covid-19.?Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan?booster? vaksin untuk tenaga kesehatan (nakes) ditargetkan selesai pada minggu kedua Agustus 2021 dengan jumlah nakes yang menjadi prioritas penerima vaksin sebanyak 1.468.764 orang. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM - Data uji coba besar vaksin Covid-19 (MRNA.O) menunjukkan bahwa perlindungan yang ditawarkan vaksin tersebut berkurang seiring waktu.

Perusahaan vaksin Moderna, dalam rilisnya menyatakan mendukung pemberian dosis booster.

"Ini hanya satu perkiraan, tetapi kami percaya ini berarti ketika Anda melihat ke arah musim gugur dan musim dingin, setidaknya kami memperkirakan dampak berkurangnya kekebalan akan menjadi 600.000 kasus tambahan Covid-19," kata Presiden Moderna Stephen Hoge dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Reuters, Jumat (17/9/2021).

Dalam pernyataannya, Hoge tidak memproyeksikan berapa banyak kasus yang akan parah, tetapi ia mengatakan bahwa beberapa orang mungkin akan memerlukan rawat inap.

Kendati demikian, data tersebut sangat kontras dengan data dari beberapa penelitian terbaru yang menunjukkan bahwa perlindungan vaksin Covid-19 Moderna dapat bertahan lebih lama dibandingkan vaksin mRNA serupa yang dikembangkan Pfizer dan BioNTech.

Baca juga: Disebut Ampuh Lawan Varian Delta, Simak Kelebihan dan Efek Samping Vaksin Moderna

Bahkan, para ahli mengatakan bahwa perbedaan itu kemungkinan karena dosis vaksin messenger RNA (mRNA) pada vaksin Moderna yang lebih tinggi dan interval atau jeda suntikan vaksin yang sedikit lebih lama, antara suntikan pertama dan kedua.

Seperti banyak dilaporkan dalam beberapa studi, kedua vaksin Covid-19 mRNA, Moderna dan Pfizer, ini terbukti sangat efektif dalam memberikan perlindungan pencegahan penyakit dalam studi fase III yang dilakukan dalam skala yang besar.

Namun demikian, analisis yang dipublikasikan Rabu lalu, bagaimanapun juga telah menunjukkan tingkat infeksi yang lebih tinggi di antara orang yang divaksinasi sekitar 13 bulan yang lalu, dibandingkan mereka yang baru divaksinasi sekitar delapan bulan lalu.

Periode penelitian adalah dari Juli hingga Agustus, ketika varian Delta menjadi strain virus corona yang dominan. Namun, studi ini belum menjalani tinjauan atau peer review dari sejawat.

Baca juga: Perbandingan Vaksin Pfizer dan Moderna: Efikasi, Kandungan, hingga Penyimpanan

Pada 1 September lalu, Moderna mengajukan permohonan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) untuk meminta otorisasi penggunaan vaksin booster atau dosis ketiga dari vaksin Covid-19 mRNA yang mereka kembangkan.

Hoge mengatakan, data dari studi vaksin booster Moderna mereka menunjukkan bahwa vaksin Covid-19 mRNA dosis ketiga dapat meningkatkan antibodi penetralisir ke tingkat yang lebih tinggi daripada yang terlihat setelah dosis kedua.

"Kami yakin ini akan mengurangi kasus Covid-19. Kami juga percaya bahwa dosis ketiga mRNA-1273 memiliki peluang untuk memperpanjang kekebalan secara signifikan sepanjang tahun depan saat kami berusaha untuk mengakhiri pandemi," kata Hoge.

Sementara itu, dokumen pengarahan dari analisis FDA terhadap aplikasi vaksin booster Pfizer, yang dirilis Rabu, menunjukkan bahwa masalah utama yang akan dipertimbangan oleh badan tersebut adalah apakah perlindungan vaksin Covid-19 berkurang.

Baca juga: 3 Hal yang Harus Diperhatikan terkait Vaksin Covid-19 Moderna: Efek Samping hingga Perbandingan

Perlindungan 2 Dosis Vaksin Moderna Masih Efektif

Dalam analisisnya, Moderna membandingkan kinerja vaksin pada lebih dari 14.000 sukarelawan yang divaksinasi antara Juli dan Oktober 2020, dengan sekitar 11.000 sukarelawan yang awalnya dalam kelompok plasebo yang ditawari suntikan antara Desember 2020 dan Maret 2021 setelah otorisasi penggunaan darurat AS.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved