Kisah 7 Telur hingga Tuah Keramat 4 Raja, Simak Legenda Asal-usul Raja Ampat
Sebagian masyarakat Papua percaya bahwa Raja Ampat berasal dari seorang perempuan yang menemukan tujuh telur di sekitar perairan Kali Raja.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Pianemo-di-Kabupaten-Raja-Ampat-Papua-Barat-Kamis-552016.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM - Keindahan alam Raja Ampat memang tak perlu diragukan lagi.
Hingga kini, Raja Ampat masih menjadi destinasi wisata andalan yang ada di Provinsi Papua Barat.
Keindahan pesona alamnya yang eksotis, kecantikan terumbu karang, dan warna-warni ikan di lautan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Raja Ampat.
Tak heran, Raja Ampat masuk dalam wishlist destinasi wisata favorit para traveler.
Baca juga: Lokasi Wisata Menyelam Terbaik di Indonesia Ada di Bali hingga Raja Ampat, Ini Daftarnya
Legenda Tujuh Telur
Salah satu legenda yang hidup di Raja Ampat adalah legenda tentang tujuh telur.
Sebagian masyarakat Papua percaya bahwa Raja Ampat berasal dari seorang perempuan yang menemukan tujuh telur di sekitar perairan Kali Raja.
Perempuan itu bernama Buku Denik Kapatlot. Suaminya, Aliau Gawan, meminta istrinya merebus telur.
Namun, Denik menolak dan berharap telur tersebut menetas.
Tak lama, enam telur menetas dan menjelma menjadi manusia.
Lima di antaranya laki-laki dan seorang perempuan.
Namun, satu jelmaan laki-laki menghilang dan tak ditemukan lagi.
Masyarakat percaya dia kembali ke alam gaib.
Keempat anak laki-laki yang tersisa diberi nama Klanagi War, Kalanamiyan, Untusan, dan Kelimuri.
Sementara yang perempuan bernama Pin Tekik.
Baca juga: Wisata Kuliner di Raja Ampat, Cicipi Lezatnya 4 Jenis Olahan Sagu Khas Warga Setempat