Selasa, 12 Mei 2026

Kisah 7 Telur hingga Tuah Keramat 4 Raja, Simak Legenda Asal-usul Raja Ampat

Sebagian masyarakat Papua percaya bahwa Raja Ampat berasal dari seorang perempuan yang menemukan tujuh telur di sekitar perairan Kali Raja.

Tayang:
Editor: Astini Mega Sari
zoom-inlihat foto Kisah 7 Telur hingga Tuah Keramat 4 Raja, Simak Legenda Asal-usul Raja Ampat
(KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA)
Destinasi wisata Pianemo, di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Kamis (5/5/2016). 

Empat telur menetas dan menjadi pangeran yang kemudian menguasai empat pulau terbesar di wilayah tersebut, yakni Pulau Misool, Pulau Waigep, Pulau Salawati, dan Pulau Batanta.

Sedangkan tiga telur lainnya yang menetas menjadi perempuan, batu, dan hantu.

Sementara itu, orang-orang Fiawat yang tinggal tak jauh dari Kali Raja telah mengakui ketangguhan keluarga ini saat lomba adu tarik tali yang diprakarsai Buku Denik Kapatlot.

Orang Fiawat mulanya merasa akan menang karena Buku Denik Kapotlot hanya berdua dengan suaminya.

Mereka tak menyadari bahwa penjelmaan telur-telur itu telah ikut membantu pertandingan itu.

Lalu Pin Tekuk, satu-satunya perempuan di keluarga tersebut melahirkan anak laki-laki yang diberi nama Gurabesi yang diyakini ia dan pasukannya menguasai Kesultanan Tidore, Maluku.

Sementara itu, dikutip dari nationalgeographic.grid.id, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Raja Ampat, Yusdi N Lamatenggo, membenarkan bahwa banyak versi mengenai sejarah nama Raja Ampat.

"Tiap daerah punya versi sendiri. Kalau ditanya mana yang paling benar? Ya kita enggak tahu mana yang paling benar. Itu terus berkembang," kata Yusdi saat ditemui di Waisai, Kabupaten Raja Ampat, pada Maret 2017.

Baca juga: Pulau Wayag di Raja Ampat, Pesona Pantai dengan Pulau-pulau Karang yang Menawan

Salah satu versi yang paling banyak diketahui masyarakat, nama Raja Ampat tak lepas dari kisah para raja dari empat pulau terbesar yakni Waigeo, Salawati, Misool, dan Batanta.

Pimpinan di tiap gugusan pulau itulah yang menjadi awal penamaan Raja Ampat.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Raja Ampat, Yusdi N Lamatenggo, membenarkan bahwa banyak versi mengenai sejarah nama Raja Ampat.

"Tiap daerah punya versi sendiri. Kalau ditanya mana yang paling benar? Ya kita enggak tahu mana yang paling benar. Itu terus berkembang," kata Yusdi saat ditemui di Waisai, Kabupaten Raja Ampat, beberapa waktu lalu.

Salah satu versi yang paling banyak diketahui masyarakat, nama Raja Ampat tak lepas dari kisah para raja dari empat pulau terbesar, yakni Waigeo, Salawati, Misool, dan Batanta.

Pimpinan di tiap gugusan pulau itulah yang menjadi awal penamaan Raja Ampat.

"Ada versi, secara pemerintahan dulu di sini wilayah (Kesultanan) Tidore, jadi di sini dibentuk empat pimpinan pulau besar. Waigeo, Salawati, Batanta, Misool, masing-masing punya pimpinan," ujarnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved