Penyebab dan Gejala Jantung Koroner, Cek Cara Perawatannya
Penyakit jantung koroner sering dikenal juga dengan penyakit jantung iskemik atau penyakit arteri koroner.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Ilustrasi-serangan-jantung.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM - Penyakit jantung koroner sering dikenal juga dengan penyakit jantung iskemik atau penyakit arteri koroner.
Penyakit ini menjadi satu di antara penyebab kematian terbanyak di dunia.
Penyebab Penyakit Jantung Koroner
Penyakit jantung koroner disebabkan penyempitan pembuluh darah.
Terjadinya penyempitan pembuluh darah di daerah jantung akan mengakibatkan terjadinya aliran darah terganggu sebagian atau menghalangi sama sekali.
Penyempitan pembuluh darah umumnya terjadi karena kondisi aterosklerosis.
Aterosklerosis adalah kondisi dimana terdapat penumpukan plak di dinding pembuluh darah.
Baca juga: Sama-sama Timbulkan Nyeri Dada, Cek Beda Gejala GERD dan Serangan Jantung
Penyusun utama plak tersebut adalah lemak.
Aterosklerosis umumnya disebabkan oleh gaya hidup, seperti merokok dan minum-minuman beralkohol. S
elain itu, kondisi ini juga bisa dipicu kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, dan diabetes.
Jika tidak segera diobati, penyakit ini bisa membuat otot jantung menjadi lemah.
Ini bisa memicu gagal jantung, yaitu kondisi jantung tidak bisa memompa darah ke seluruh tubuh.
Gejala Penyakit Jantung Koroner
- Sakit di bagian dada (angina)
- Nafas pendek
- Sakit atau tidak nyaman di bahu dan lengan
- Pingsan
- Mual
- Keringat dingin
Namun, ada juga sebagian orang yang tidak merasakan gejala apa-apa hingga terdiagnosis penyakit jantung koroner atau terkena serangan jantung.
Baca juga: Hasil Studi Sebut Orang dengan Golongan Darah Ini Lebih Berisiko Kena Serangan Jantung
Perawatan Penyakit Jantung Koroner