Breaking News:

Sama-sama Timbulkan Nyeri Dada, Ini Beda Gejala GERD dan Serangan Jantung

Nyeri dada bisa menjadi tanda serangan jantung. Namun, nyeri dada juga merupakan gejala umum dari masalah kesehatan lain, seperti GERD.

Independent.co.uk via Tribunnews
Ilustrasi serangan jantung 

TRIBUNPAPUABARAT.COM - Nyeri dada bisa menjadi tanda serangan jantung.

Namun, nyeri dada juga merupakan gejala umum dari masalah kesehatan lain, seperti penyakit refluks gastroesofagus atau gastroesophageal reflux disease (GERD).

Melansir Mayo Clinic, nyeri akibat serangan jantung dan kondisi lain yang memengaruhi sistem kardiovaskular sebagai nyeri dada jantung. Sementara, nyeri yang tidak berasal dari sistem kardiovaskular disebut nyeri dada nonkardiak.

GERD dapat menyebabkan asam lambung atau heartburn – sensasi terbakar di dada, yang merupakan jenis nyeri dada nonkardiak yang umum.

Sementara serangan jantung adalah keadaan darurat medis yang mengancam jiwa.

Baca juga: Jangan Terlalu Banyak Makan Gorengan, Waspadai Efek Buruknya terhadap Kesehatan Jantung

Masalahnya, keduanya seringkali sulit dibedakan. Sehingga, penting untuk memahami apa perbedaannya dan kapan harus segera ke rumah sakit.

Heartburn, angina, dan serangan jantung mungkin terasa sangat mirip.

Bahkan, dokter yang berpengalaman tidak selalu dapat membedakannya dari riwayat kesehatan Anda dan pemeriksaan fisik.

Itu sebabnya, jika Anda datang ke unit gawat darurat rumah sakit karena nyeri dada, Anda akan diminta menjalani tes untuk menyingkirkan kemungkinan serangan jantung.

Lalu, apa yang harus dilakukan jika mengalami nyeri dada dan tidak yakin apa penyebabnya?

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved