Breaking News:

Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Cabai Rawit di Manokwari 'Tancap Gas'

Jelang Natal dan Tahun Baru, harga bahan pokok seperti cabai rawit di Pasar Wosi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, mulai tancap gas atau melonjak

TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari Raharusun
Suasana para pedagang cabai rawit di Pasar Sanggeng, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, sedang melayani pembeli. 

Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Jelang Natal dan Tahun Baru 2022, harga bahan pokok seperti cabai rawit di Pasar Wosi dan Pasar Sanggeng, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, mulai tancap gas atau melonjak.

Kenaikkan harga tersebut disampaikan seorang pedagang di Pasar Wosi, Manokwari, Suri (40).

Baca juga: Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Telur Ayam di Manokwari Mulai Naik

"Harga cabai rawit saat ini masih berada dikisaran Rp 100 ribu," ujar Suri, kepada sejumlah awak media, Senin (6/12/2021).

Sekalipun harga cabai rawit melonjak, minat pembeli masih cukup tinggi terutama pedagang rumah makan.

"Paling banyak yang membeli cabe rawit adalah pelanggan dari warung makan," tuturnya.

Selain cabai rawit, harga cabai besar dan keriting pun masih berada dikisaran Rp 45 ribu hingga Rp 50 ribu per kg.

Senada dengan itu, seorang pedagang di Pasar Sentral Sanggeng, Roni pun merasakan hal yang sama.

Ia mengaku, harga cabai rawit saat ini telah menembus Rp 100 ribu.

"Sekarang sudah 100 ribu per kilo. Sejak awal Desember memang harganya sudah naik," ucapnya.

Ia menuturkan, untuk saat ini stok cabai rawit pun sudah sedikit.

"Mau dapat cabai rawit yang kita dapat cuma sedikit," kata Roni.

Biasanya, harga cabai rawit berada berkisar Rp 40 ribu hingga Rp 45 ribu per kg.

Berdasarkan pantauan TribunPapuaBarat.com, harga cabai rawit hingga Desember, di Manokwari berada di kisaran Rp 40 ribu hingga Rp 100 ribu per kg.(*)

Berita terkait lainnya

 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved