Kenali Gejala Serangan Jantung ketika Tidur, Simak Cara Mencegahnya
Serangan jantung bisa terjadi kapan dan di mana saja, termasuk saat seseorang sedang tidur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Ilustrasi-serangan-jantung.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM - Serangan jantung bisa terjadi kapan dan di mana saja, termasuk saat seseorang sedang tidur.
Serangan jantung saat tidur terkadang membuat penderitanya terbangun, tapi terkadang gejalanya ringan seperti penyakit flu atau masuk angin saja.
Tak jarang, serangan jantung saat tidur berdampak fatal sampai merenggut nyawa pengidapnya.
Berikut penjelasan lebih lanjut terkait tanda, penyebab, dan cara mencegah serangan jantung saat tidur.
Penyebab dan Tanda Serangan Jantung saat Tidur
Melansir Live Strong, penyebab serangan jantung saat tidur biasanya karena pecahnya plak pembuluh darah arteri yang mengarah ke jantung.
Serangan jantung ini berisiko dialami orang yang merokok, gemar makan makanan tidak sehat seperti asupan tinggi lemak dan gula, malas bergerak, dan jarang olahraga.
Baca juga: Sama-sama Timbulkan Nyeri Dada, Ketahui Beda Gejala GERD dengan Serangan Jantung
Orang dengan kondisi tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, gula darah tinggi, dan berasal dari keluarga pengidap jantung juga riskan mengalami serangan jantung saat tidur.
Menurut American Heart Association, terdapat beberapa ciri-ciri serangan jantung saat tidur yang perlu diwaspadai, yakni:
- Nyeri dada atau dada terasa tidak nyaman
- Sesak napas
- Mual dan muntah
- Rasa sakit atau tidak nyaman di rahang, bahu, leher, lengan, punggung, atau area sekitar pusing
- Pusing atau sakit kepala
- Keluar keringat dingin
Jika Anda merasakan tanda serangan jantung saat tidur di atas, segera cari pertolongan medis darurat.
Semakin cepat Anda mendapatkan pertolongan pertama, risiko komplikasi dan fatal bisa diminimalkan.
Dilansir dari Harvard Health Publishing, serangan jantung saat tidur tak boleh disepelekan.
Meskipun gejalanya ringan dan masalah kesehatan ini Anda tetap perlu melakukan pemeriksaan kesehatan ke rumah sakit untuk mencegah serangan jantung kedua yang potensial lebih fatal.
Dokter di rumah sakit biasanya akan melakukan pemeriksaan jantung dengan alat elektrokardiogram dan ekokardiogram.
Setelah diketahui kondisi serangan jantung, dokter akan merekomendasikan pengobatan dan menyarankan perubahan gaya hidup sehat untuk mencegah serangan jantung kedua.
Baca juga: Hasil Studi Sebut Orang dengan Golongan Darah Ini Punya Risiko Lebih Tinggi Kena Serangan Jantung