4 Karakteristik Varian Omicron yang Membedakan dengan Varian Lain, soal Penularan hingga Keparahan
Epidemiolog Unair, Laura Navika Yamani mengungkapkan, ada 4 karakteristik virus Covid-19 varian Omicron yang membedakan dengan varian lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Ilustrasi-Covid-19.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM - Temuan kasus Covid-19 varian B.1.1.529 atau Omicron di Indonesia terus terjadi.
Terbaru, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengumumkan temuan kasus pertama varian Omicron di Jawa Timur pada Minggu (2/1/2022).
Terkait hal itu, Pakar Epidemiolog Universitas Airlangga Laura Navika Yamani mengungkapkan, terdapat empat karakteristik virus Covid-19 varian Omicron yang membedakan dengan varian lainnya.
1. Penularan Lebih Cepat dari Delta
Laura mengungkapkan, sejak varian Omicron pertama kali ditemukan di Afrika Selatan, dalam kurun waktu satu pekan, angka kasus Covid-19 di negara tersebut meningkat dua hingga tiga kali lipat.
Hal itu bisa menjadi dasar bahwa varian Omicron perlu diwaspadai.
Sebab, penularan varian Omicron lima kali lebih cepat dibandingkan dengan varian sebelumnya, yakni Delta.
Baca juga: Waspada Gejala Baru Covid-19 Varian Omicron, Termasuk Mual dan Muntah
Ia menyebut, varian Delta memiliki daya tular tujuh kali lebih cepat bila dibandingkan dengan virus yang pertama kali muncul di Wuhan.
"Nah, sedangkan Omicron ini lima kali lebih cepat apabila dibandingkan dengan varian Delta. Jadi bisa dibayangkan bagaimana berbahayanya varian Omicron ini," kata Laura, di Surabaya, Senin (3/1/2022).
2. Keparahan Omicron Lebih Rendah dari Delta
Laura juga mengungkapkan bahwa varian Omicron memiliki tingkat keparahan yang lebih rendah jika dibandingkan dengan varian Delta.
Akan tetapi, lanjut Laura, ketika varian Omicron dengan daya tularnya yang lebih cepat tidak diantisipasi dengan baik, maka risiko penularan akan lebih meluas.
Ketika tidak ada langkah antisipasi lebih awal, dimungkinkan akan banyak orang yang terinfeksi varian baru tersebut dan menyebabkan fasilitas kesehatan overload.
"Ketika fasilitas kesehatan penuh, maka penanganan pasien bisa terlambat. Sehingga keparahan penyakit pasien meningkat atau bahkan bisa menyebabkan kematian," ungkap Laura.
Baca juga: Covid-19 Varian Omicron di Indonesia, Begini Cara Pakai Masker yang Benar Menurut Dokter
3. Efektivitas Vaksin Menurun 50 Persen