Ibu Hamil Penderita Diabetes, Simak Tips Jaga Pola Makan Sehari-hari
Lalu apa yang harus dilakukan ibu hamil yang telah menderita diabetes, agar bisa mengendalikan kadar gula darah dalam menjalani masa kehamilannya?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Ilustrasi-ibu-hamil.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM - Ibu hamil yang memiliki kondisi tertentu, seperti mengidap diebetes, tentu harus lebih berhati-hati dalam menjaga kesehatannya.
Lalu apa yang harus dilakukan ibu hamil yang telah menderita diabetes, agar bisa mengendalikan kadar gula darah dalam menjalani masa kehamilannya?
Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ) Cempaka Putih, dr. Sharifah Shakinah, Sp.PD., mengatakan bahwa pola makan yang sehat tentu menjadi hal yang paling penting bagi ibu hamil dengan diabetes, baik itu diabetes melitus tipe 2 maupun diabetes melitus gestasional.
Baca juga: 5 Kebiasaan yang Bisa Menyebabkan Diabetes, Kurang Olahraga Termasuk Lho
Mengatur pola makan tentu akan memudahkan penderita untuk mengendalikan kadar gulanya.
"Memang nomor satu, baik itu pada (penderita) diabetes melitus tipe 2 ataupun pada diabetes melitus gestasional, yang pertama adalah pola makan. Karena kalau kita tidak memulai dari pola makan, tentu kontrolnya akan sangat sulit," ujar dr. Sharifah, dalam talkshow live Instagram RSIJ Cempaka Putih, Selasa (23/11/2021).
Lalu kontrol pola makan seperti apa yang harus dilakukan ?
Ia menyebut para ibu hamil penderita diabetes wajib mengurangi konsumsi gula.
"Yang nomor satu adalah kurangi konsumsi gula, itu yang pasti," jelas dr. Sharifah.
Cara mengurangi konsumsi gula ini, satu diantaranya dengan memperhatikan asupan karbohidrat.
Menurutnya, banyak masyarakat yang tidak menyadari bahwa saat mengkonsumsi makanan, mereka cenderung banyak 'menelan' karbohidrat.
"Bagaimana caranya kita mengurangi konsumsi gula? Yang seringkali kita kurang sadar adalah banyak karbohidrat yang berada di dalam makanan kita, terutama orang Indonesia nih," kata dr. Sharifah.
Kebiasaan masyarakat Indonesia adalah mengkonsumsi karbohidrat complex yang tentu saja dapat memicu naiknya kadar gula darah.
dr. Sharifah pun menyebutkan contoh menu nasi uduk yang memiliki beragam lauk, namun cenderung mengandung karbohidrat yang begitu banyak.
Ia menegaskan, dalam satu piring nasi uduk, cenderung ditemukan berbagai jenis karbohidrat, mulai dari nasi, bihun, mie, hingga gorengan yang dimasak menggunakan tepung, padahal tepung merupakan jenis karbohidrat pula.
"Jadi kita kadang-kadang suka makan nasi sebagai karbohidratnya, misal kalau sudah ada nasi uduk, lauknya bihun, yang mana adalah karbohidrat juga. Kemudian kita pakai lauknya lagi perkedel jagung, jagungnya karbohidrat tepungnya karbohidrat, kemudian tambah bakwan karena merasa sayur, padahal tepungnya karbohidrat," tegas dr. Sharifah.