Demo Tolak DOB di Papua Barat

Demo Tolak DOB Papua Barat, Demonstran di Sorong Raya Buat Petisi Cabut Otsus

Aksi penolakan terhadap DOB di Papua Barat terjadi di Manokwari dan Sorong Raya. Mereka membuat petisi agar tidak ada pemekaran

Penulis: Petrus Bolly Lamak | Editor: Jefri Susetio
TribunPapuaBarat.com
TOLAK DOB: Sejumlah masyarakat di Kota Sorong Raya yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa dan Rakyat Papua menggelar aksi menolak pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) di Papua. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG - Sejumlah masyarakat di Kota Sorong yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa dan Rakyat Papua menggelar aksi unjukrasa tolak pemekaran daerah otonomi baru (DOB) di Tanah Papua.

Aksi demonstrasi berlangsung di persimpangan lampu merah Maranata, Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Remu, Distrik Sorong, Kota Sorong, Kamis (14/7/2022) mulai sekira pukul 11.00 WIB.

Saat ini, demonstarasi masih berlangsung damai.

Baca juga: Dilarang Longmarch ke DPR Papua Barat, Demonstran Tolak DOB di Manokwari: Jangan Bungkam Kami

Baca juga: Tiga Jenderal TNI/Polri di Papua Barat Naik Helikopter Tinjau Prajurit di Pulau Terluar Indonesia

Berdasarkan pantauan TribunPapuaBarat.com, para demonstran memegang spanduk dan kertas yang bertuliskan Petisi Rakyat Papua se-Sorong Raya.

Adapun isi petisi itu di antaranya penolakan DOB, dan pencabutan otonomi khusus (Otsus). Aksi unjukrasa itu mendapat pengawalan ketat dari puluhan personel kepolisian dari Polres Sorong Kota.

Saat ini, para demonstran menyampaikan orasinya di persimpangan jalan. Mereka secara bergantian mengungkapkan alasannya menolak DOB di Tanah Papua.

Aksi Serupa di Manokwari 

Pada pemberitaan sebelumnya, puluhan mahasiswa dan masyarakat asli Papua di Kabupaten Manokwari, Papua Barat yang melakukan aksi unjukrasa tolak daerah otonom baru (DOB) melakukan negosiasi. Mereka berdialog dengan petugas kepolisian yang mengamankan aksi unjuk rasa, Kamis (14/7/2022).

Berdasarkan pengamatan TribunPapuaBarat.com di lokasi, para demonstran pengin melakukan longmarch ke DPR Papua Barat di Arfai, Distrik Manokwari Selatan untuk menyampaikan aspirasi.

Akan tetapi, personel kepolisian menolak keinginan mereka tersebut. Sehingga, proses negosiasi berlangsung.

"Izinkan kami untuk jalan longmarch," teriak Erik Aliknoe, salah seorang orator aksi.

Menurut dia, kepolisian berkewajiban menjaga jalannya aksi agar tidak terjadi tindakan anarkisme bukan melakukan penghadangan.

Tindakan kepolisian dinilai sebagai bentuk pembungkaman ruang demokrasi untuk rakyat Papua menyampaikan aspirasi.

Baca juga: Polisi Tahan Rencana Aksi Longmarch Tolak DOB di Manokwari, Begini Kondisi Terkini

Baca juga: Kapolres Manokwari Pimpin Apel Gelar Pasukan Pengamanan Demo Tolak DOB

"Tempat ini tempat kami, bukan mereka (Polisi) yang hadang kita ini," tegas Erik.

Dalam orasinya, Erik juga menilai selama ini anggota legislatif di Provinsi Papua Barat tidak mencerminkan sikap sebagai wakil rakyat.

Hal ini digambarkan dengan usulan dan upaya mempercepat pemekaran wilayah di Papua maupun Papua Barat.

"Di Papua Barat demokrasi dibungkam," tegasnya.

Saat ini para pengunjuk rasa melakukan orasi bergantian. Dari Erik Aliknoe ke satu dan seterusnya.

(*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved