Keik Woronai Sorong Tempat Anak Muda Papua Berkreasi, Lukisan Tembus di Belanda

Keik Woronai Sorong Tempat Anak Muda Papua Berkreasi, Lukisan Tembus di Belanda

Penulis: Petrus Bolly Lamak | Editor: Jefri Susetio
Tribun PapuaBarat.com
Rumah Keik Woronai menjadi tempat anak muda Papua untuk berkreasi. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG - Rumah Keik Woronai menjadi tempat anak muda Papua untuk berkreasi. Tempat ini berlokasi di Jl. Basuki Rahmat, Kelurahan Klakublik, Distrik Sorong Timur, Kota Sorong, Papua Barat.

Rumah panggung sempit berbahan dasar papan ini menjadi tempat untuk anak muda wilayah Sorong menunjukan skil melukis.

"Ini jadi ruang sugesti buat anak Papua. Dorang (mereka) bisa bangga mengelolah potensi kearifan lokal yang berkaitan dengan nilai seni, adat dan budaya," ujar pengelolah Keik Woronai Andy Agaki kepada Tribunpapuabarat.com Senin (25/7/2022).

Baca juga: PLN Kembali Putus Setrum di Kantor Disdukcapil Kota Sorong, Pelayanan Lumpuh Total

Baca juga: Anggota DPRD Kota Sorong Kunjungi Anak Penderita Gizi Buruk, Minta Pemerintah Peduli

Ia bilang rumah Keik Woronai hanya menjadi sampel ruang publik sehingga bisa merangsang pemuda Papua dalam melestarikan kearifan lokal.

Pria asal Serui ini mengatakan rumah aktifitas melukis baru berjalan enam bulan.

Dengan chat dan alat kompresor para anak muda ini berkreasi di atas sebuah kepingan tripleks.

Di atas tripleks persegi empat, anak muda Papua yang berjumlah tuju orang itu menuangkan seni melukisnya dengan gambar berfariasi.

"Lukisan yang kami hasilkan sesuai permintaan pelanggan, seperti lukisan burung, pemandangan dan sosok," katanya.

Biasanya lukisan yang mau digalih adalah kearifan lokal suku Malamoi. Dengan melukis kearifan lokal nilai jualnya akan semakin tinggi.

Satu buah lukisan biasanya dijulan dengan harga berfariasi, tergantung tingkat kesulitan gambar yang dilukis.

"Selain melukis kami menerima sablon baju, topi dan kanvas dengan harga juga berfariasi," jelasnya.

Lukisan hasil karya anak muda Papua ini sudah dimusemukan di Negara Belanda. Lukisan yang dibeli orang Belanda adalah lukisan kanvas.

Untuk di Indonesia lanjut dia lukisan sudah dibeli dari Kalimantan. Yang menjadi sorotan karena lukisan hasil karya anak Papua ini menggabungkan seni, kearifan lokal dan budaya.

"Saya punya kenalan orang Belanda. Dia bilang saya suatu saat kalau kearifan lokal Papua hilang bisa cari di museum di Belanda," ujarnya.

(*)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved