Kisah Oridek Suruan, Seniman Manokwari, Pengin Lestarikan Budaya Suku Biak
Kisah Oridek Suruan, Seniman Manokwari, Pengin Lestarikan Budaya Suku Biak sehingga anak muda bisa memperoleh manfaatnya
Penulis: Kresensia Kurniawati Mala Pasa | Editor: Jefri Susetio
Buah karya Oridek dalam bentuk replika burung cenderawasih, dibeli dan diboyong pengurus Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) tahun 2019, Grace Claudia P. Batubara.
Hal itu terjadi ketika isteri mantan Menteri Sosial Republik Indonesia tahun 2019, Juliari Peter Batubara itu, menghadiri peresmian gedung Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Papua Barat.
Oridek menjelaskan, dalam setiap karya seni ukir dan pahatannya, mempertahankan ukiran khas Biak Numfor.
"Kalau tong di Biak Numfor dan Teluk Saereri, ada dua motif utama, yaitu ukiran naga dan elang," terang Oridek.
Ukiran dan pahatan khas Biak, dibuat Oridek dalam ragam ukuran.
Untuk ukuran kecil, dibanderol harga mulai Rp 15 ribu.
Sedangkan untuk ukuran besar dengan tingkat kerumitan yang tinggi, seperti replika rumah kaki seribu, harganya bisa mencapai Rp 1 juta hingga Rp 3 juta.
Dukungan Pemerintah
Oridek mengaku didukung oleh Pemerintah Daerah Manokwari dan Pemerintah Provinsi Papua Barat.
"Sa dapat bantuan peralatan dari Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) dan UKM Kabupaten Manokwari," tutur dia.
Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Papua Barat, sambung Oridek, sering mempercayai mengikuti pameran seni di luar daerah mewakili Papua Barat.
Seperti pameran seni di Kupang, Jambi, Makassar, dan Kalimantan.
"Senang dan bangga kalau ikut pameran seperti itu. Karena, kendala utama sekarang kan soal pasar, jadi kalau ada pameran, pasti satu atau dua bisa terjual," urai Oridek.
Baca juga: INILAH Politisi Australia yang Sempat Buat Heboh, Beri ASI saat Sidang Parlemen
Baca juga: Mengejutkan Timnas Australia Keok Lawan Mnyanmar, Laga Piala AFF U-16 2022
Menjadi Pegawai Honor
Selain tersendal pasar karya seninya, Oridek harus memikirkan kelangsungan Sanggar Braur Ayena.
Oleh sebab itu, kini Oridek menjadikan pekerjaan seniman sebagai sampingan.
Di waktu luangnya, barulah Oridek sibuk memainkan alat pahat dan ukir di galeri Braur Ayena.
Sembari giat melatih tarian Wor dan bahasa Biak bagi anak-anak di area Pasir Putih.
Dia telah berstatus pegawai honorer di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPB) Provinsi Papua Barat.
"Iya, sa sudah mulai kerja di sana (BPBD Provinsi Papua Barat) beberapa bulan yang lalu, untuk tambah-tambah penghasilan," tutup Oridek.
(*)