Dandenpom Tegaskan Oknum yang Ancam Warga Pakai Pistol Bukan Anggota TNI tapi Sipil

Dandenpom Tegaskan Oknum yang Ancam Warga Pakai Pistol Bukan Anggota TNI Tapi Sipil, berikut ulasan lengkapnya

Penulis: Petrus Bolly Lamak | Editor: Jefri Susetio
TRIBUNPAPUABARAT.COM/Petrus Bolly Lamak
DENPOM - Komandan Denpom XVIII/I Sorong Letkol CPM Irianto menegaskan pria yang mengancam warga menggunakan pistol di Kampung Gisim, Distrik Klamono, Kabupaten Sorong bukan anggota TNI dari satuan khusus Kopasus tapi warga sipil. Hal ini disampaikan saat bertemu perwakilan warga, Selasa (9/8/2022). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG - Komandan Denpom XVIII/I Sorong Letkol CPM Irianto menegaskan pria yang mengancam warga menggunakan pistol di Kampung Gisim, Distrik Klamono, Kabupaten Sorong bukan anggota TNI.

Hal itu disampaikan Irianto saat menerima kedatangan warga Kampung Gisim, Distrik Klamono, Kabupaten Sorong, Papua Barat di Mako Denpom XVIII/I Sorong Selasa (9/8/2022).

"Mereka datang kembali mempertanyakan status TS ini. Saya sudah memberikan penjelasan secara baik sesuai hasil penyelidikan kami," ujarnya kepada TribunPapuaBarat.com.

Baca juga: Peringati Hari Internasional Masyarakat Adat, Pelampar akan Gelar Festival Milenial Beradat

Baca juga: 14 Marga Ancam Palang Perkebunan Sawit di Sorong Papua Barat, Ancam Lapor ke Pj Gubernur

Ia menambahkan, TS hanya warga sipil dan karyawan perusahaan sawit. Artinya, bukan personel TNI.

"Mereka datang kembali mempertanyakan status TS ini. Saya sudah memberikan penjelasan secara baik sesuai hasil penyelidikan kami," ujarnya.

Sebelumnya, TS mengaku sebagai anggota TNI bahkan membawa senjata untuk menakut-nakuti warga.

"Soal senjata yang TS bawah, kami tidak punya hak menyelidiki. Itu bagian kepolisian yang akan selidiki termasuk dugaan pengancaman kepada warga," katanya.

Baca juga: Perjuangan Ayah Tuna Netra untuk Keluarga, Tiap Hari Keliling Kota Sorong Jualan Sapu Lidi

Baca juga: Alasan Ibu Muda Buang Bayi di Tong Sampah, Malu Lahirkan Anak dari Hubungan Gelap dengan Suami Orang

Ia bilang pemeriksaan TS dilakukan selama kurang lebih dua jam. Agenda pemeriksaan hanya berkaitan dengan ranah TNI.

Sehingga kami sudah menyarankan kepada pelapor (warga) untuk menindaklanjuti persoalan ini ke Polri.

"Karena yang bersangkutan bukan TNI, maka laporan awal kami cabut, selanjutnya warga bisa ke Polri," ungkapnya.

(*)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved