Paulus Waterpauw Imbau Warga Ikut BIAN, Petugas Nakes Harus Sosialisasi Manfaat Imunisasi
Paulus Waterpauw Imbau Warga Ikut BIAN, Petugas Nakes Harus Sosialisasi Manfaat Imunisasi kepada masyarakat
Penulis: Kresensia Kurniawati Mala Pasa | Editor: Jefri Susetio
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Pejabat Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw meminta masyarakat terutama orangtua ikut Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) 2022.
Permintaan itu disampaikannya melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Pembangunan dan Otonomi Khusus, Rosa Muhammad Thamrin Payapo saat menghadiri vaksinasi Covid-19.
"Saat ini pemerintah sedang fokus pada percepatan vaksinasi Covid-19. Tetapi, juga imunisasi anak dalam BIAN 2022," ujarnya di acara vaksinasi kemarin, Senin (8/8/2022).
Baca juga: BIAN di Manokwari Belum Maksimal, Dokter Spesialis Anak Beberkan Dampak Anak Tidak Imunisasi
Baca juga: Dokter Spesialis Anak Ini Beberkan 3 Kebutuhan Anak, Ajak Orangtua di Manokwari Ikut BIAN
Ia menambahkan, capaian imunisasi dasar lengkap yang selama ini rendah saat pandemi Covid-19 bisa ditingkatkan.
Karena itu, ia pengin cakupan imunisasi dasar lengkap di Papua Barat mencapai 60 persen dari target 95 persen.
Dia menjelaskan, buntut dari keadaan ini tingginya potensi terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB). Dan, penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) seperti polio, difteri, campak dan rubella.
Oleh sebab itu, Pj Gubernur Papua Barat mengimbau semua organisasi profesi kesehatan untuk gencar mengedukasi masyarakat tentang manfaat BIAN.

"Untuk masyarakat juga jangan ragu dan khawatir membawa anaknya ke pos imunisasi. Karena vaksin yang digunakan dalam BIAN adalah vaksin imunisasi rutin yang telah dipergunakan selama ini," pungkasnya.
Sebagai informasi, target BIAN tahun ini adalah pemberian imunisasi kejar dan tambahan.
Imunisasi kejar diberikan bagi anak usia 12 bulan sampai 59 bulan, yang tidak atau belum lengkap mendapatkan imunisasi OPV. Lalu, imunisasi IPV, dan imunisasi DPT-HB-Hib.
Baca juga: LAGI BIAN Diperpanjang, Dinkes Manokwari Beri Waktu Sampai September: Tolong Penuhi Hak Anak
Baca juga: Jelang Penutupan BIAN, Puskemas Sanggeng Manokwari tak Capai Target, Ini Alasannya
Kemudian, imunisasi tambahan berupa pemberian satu dosis imunisasi campak-rubela secara massal tanpa memandang status imunisasi sebelumnya dan bagi anak usia sembilan bulan sampai kurang dari 12 tahun.
Pelaksanaan BIAN di Provinsi Papua Barat masih terus berlangsung hingga 31 September mendatang.
(*)