Paulus Waterpauw Ancam Copot Pimpinan OPD Pemprov Papua Barat: tak Sanggup Terjemahkan ya Ganti

Paulus Waterpauw Ancam Copot Pimpinan OPD Pemprov Papua Barat: tak Sanggup Terjemahkan ya Ganti, sebab selama ini bekerja tidak pakai manajemen

TRIBUNPAPUABARAT.COM/F. WEKING
DISTRIBUSI BBM - Penjabat Gubernur Papua Barat Komjen Pol (Purn) Paulus Waterpauw memberikan keterangan kepada awak media di Manokwari soal rute distribusi BBM yang panjang, Senin (8/8/2022). FOTO: TRIBUNPAPUABARAT.COM/F. WEKING 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Penjabat Gubernur Papua Barat, Komjen Pol (Purn) Paulus Waterpauw mengatakan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemprov Papua Barat harus bisa memanfaatkan alokasi anggaran.

Bila tidak mampu bekerja dengan baik maka ia akan copot kepala OPD tersebut.

"Saya punya kebijakan. Kalau mereka (Pimpinan OPD) tidak sanggup terjemahkan, ya ganti," ujar Paulus Waterpauw saat ditemui awak media di Stadion Sanggeng Manokwari, Senin (15/8/2022) sore.

Baca juga: Berkunjung ke Pulau Terluar, Paulus Waterpauw Beri Bantuan Tangan Kasih dan Sembako untuk Warga

Baca juga: Paulus Waterpauw Penjabat Gubernur Papua Barat Berkunjung ke Pulau Fani Naik Helikopter

Ia menjelaskan, selama ini anggaran yang digelontorkan pemerintah pusat ke Papua Barat sangat banyak.

Tetapi tidak terserap dengan maksimal, sehingga anggaran tersebut harus dikembalikan ke kas negara.

"Akibat salah memanage (mengatur) pada akhir tahun dikembalikan ke pusat," tegas Waterpauw.

Ia menerangkan, tata kelola anggaran harus melalui proses perencanaan yang baik.

Program kerja masing-masing OPD, harus berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

"Program baik tapi kalau tidak menyentuh rakyat, itu tidak ada artinya," katanya.

Menurut dia, banyak perencanaan program yang bagus tapi tidak tepat sasaran.

Sebab, tenaga teknis yang menyusun perencanaan tersebut berasal dari luar Papua Barat.

"Pakai cara formal. Padahal yang bikin perencanaan dorang (mereka) dari luar," ujarnya

Selaku Penjabat Gubernur Papua Barat, kata dia, terobosan baru mulai diterapkan. Satu di antaranya menyederhanakan program agar dirasakan langsung masyarakat.

"Contoh kemarin event kuliner, coba lihat semangat mama-mama," katanya.

Baca juga: Bentangkan Bendera Merah Putih Sepanjang 77 Meter, Paulus Waterpauw akan Berkunjung ke Pulau Terluar

Baca juga: Dua Bulan Jadi Pj Gubernur, Paulus Waterpauw Pengin Dorong Sektor Wisata Papua Barat Terkenal

Paulus Waterpauw juga menilai, pemanfaatan dana otonomi khusus (Otsus) gelombang pertama belum optimal.

Sebab, mekanisme penyusunan perencanaan anggaran tidak menjawab kepentingan rakyat khususnya orang asli Papua.

"Otonomi khusus ini gagal karena salah menterjemahkan," pungkas Paulus Waterpauw.

(*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved