KISAH Cinta Samuel dan Dea, Jadi Pasangan Termuda Dalam Nikah Masal di Kota Sorong

KISAH Cinta Samuel dan Dea, Jadi Pasangan Termuda Dalam Nikah Masal di Kota Sorong

Penulis: Petrus Bolly Lamak | Editor: Jefri Susetio
TRIBUNPAPUABARAT.COM/Petrus Bolly Lamak
KISAH CINTA- Sejoli Samuel dan Dea menjadi pasangan suami istri termuda dalam pernikahan masal yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kota Sorong, Jumat (19/8/2022). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG - Samuel dan Dea menjadi pasangan suami istri termuda dalam pernikahan masal yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kota Sorong, Jumat (19/8/2022).

Mereka menikah pada usia 24 tahun. Samuel berasal dari Kabupaten Serui sedangkan Dea dari Kabupaten Biak Provinsi Papua.

Cinta mereka ternyata langgar laut dan bersemi di Kota Sorong Provinsi Papua Barat.

Baca juga: Kegiatan Festival Persahabatan Semakin Dekat, Panitia Kencangkan Konsolidasi Bekerja

Baca juga: INILAH Kegiatan yang Digelar BPKH Manokwari saat Memperingati HUT ke-77 Kemerdekaan Indonesia

"Kami dua ini sebenarnya teman sekolah dari SMA, saling jatuh cinta semasa sekolah dan pada hari ini kami diikat dengan sebuah pernikahan mulia baik di gereja maupun nikah Capil," kata Dea istri Samuel kepada TribunPapuaBarat.com.

Pasangan muda ini ternyata sudah menjalani kehidupan bersama sejak empat tahun lalu dan dikaruniai tiga anak.

Momen hari bahagia ini melewati perdebatan panjang keluarga. Karena selain biaya pernikahan mahal, bagian adat istiadat juga menjadi kendala pernikahan ini.

"Keluarga saya dan keluarga suami saya memang bicara panjang soal pernikahan kami. Masing-masing pertahankan adat. Tapi berkat kemurahan hati keluarga demi ketiga cucu mereka saling legowo dan menyetujui kami menikah," ujarnya.

Ia bilang, selama empat tahun hidup bersama tanpa status pernikahan yang diakui negara jadi beban. Sebab, urusan administrasi kependudukan anak sedikit sulit.

Tidak punya akta nikah membuat segala urusan anak memang menjadi sulit. Sehingga pertimbangan itu membuat keluarga setuju mereka menikah.

Baca juga: Setelah 40 Tahun Hidup Bersama, Amos Emaury Akhirnya Bisa Resmi Nikahi Rabeka Manufando

Baca juga: Memperingati Hari Dharma Karyadika (HDKD), Menkumham Ingatkan 6 Poin yang Harus Disikapi Jajarannya

"Mau urus akta anak ini susah karena syaratnya harus ada akta nikah. Sedangkan kita belum nikah. Tapi dengan program dinas PPPA semua administrasi keluarga kami sudah terurus lengkap," katanya.

Sementara itu, sang suami Samuel mengucapkan terima kasih ke pihak dinas yang sudah menyelenggarakan pernikahan masal ini.

Program ini sangat membantu keluarga-keluarga yang ekonominya rendah. Karena pernikahan masal kali ini semuanya disiapkan oleh dinas.

"Kami ini hanya bawah diri dan mental untuk menikah semua disiapkan. Tentu kami sangat bersyukur sekali," ujarnya.

(*)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved