Penjabat Kepala Daerah di Papua Barat
Ketua MRPB Ingatkan Penjabat Bupati Maybrat Lakukan Pendekatan Kultural
Ketua MRPB Ingatkan Penjabat Bupati Maybrat Lakukan Pendekatan Kultural sehingga bisa diterima masyarakat dan tokoh masyarakat
Penulis: Elias Andi Ponganan | Editor: Jefri Susetio
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Ketua-MPRP-Maxsi-Nelson-Ahoren.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI – Ketua Majelis Rakyat Papua Barat (MPRB), Maxsi Nelson Ahoren mengatakan, penjabat Bupati Maybrat Bernhard E Rondonuwu harus melakukan pendekatan kultural selama mengemban tugas.
"Yang pertama harus beliau ambil adalah pendekatan dengan masyarakat adat di Maybrat," ujar Ketua MRPB Maxsi Nelson Ahoren, saat ditemui awak media usai pelantikan tiga penjabat kepala daerah di Aston Niu Hotel Manokwari, Senin (23/8/2022).
Ia melanjutkan, Pj Bupati Maybrat juga harus menjalin koordinasi dengan tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh masyarakat, anggota legislatif. Dan, semua elemen masyarakat di Kabupaten Maybrat.
Baca juga: Pemprov Gelar Rapat Persiapan Pelantikan 3 Penjabat Kepala Daerah di Papua Barat
Baca juga: Banjir Melanda Hampir Semua Daerah di Kota Sorong Bertepatan dengan Pelantikan Penjabat Wali Kota
Pola pendekatan tersebut berdampak positif terhadap pelaksanaan tugas pemerintah daerah hingga masa mendatang.
"Supaya situasi masyarakat Maybrat bisa nyaman dengan kehadiran Pak Rondonuwu," ucap Nelson Ahoren.
Dia menilai, keputusan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memilih Bernhard E Rondonuwu sebagai Pj Bupati Maybrat sudah tepat.
Oleh sebabnya, MRPB selaku lembaga representatif kultural orang asli Papua, memberi dukungan penuh bagi Pj Bupati Maybrat.
"Keputusan pemerintah sudah tepat. Pak Bernhard E Rondonuwu bukan berasal dari salah satu suku di Maybrat, jadi dia orang netral," tegas dia.
Ia berharap, seluruh atensi dari Penjabat Gubernur Papua Barat Komjen Pol (Purn) Paulus Waterpauw dapat dilaksanakan sebaik mungkin.
Seperti, penanganan masalah kemanusiaan yaitu pengungsian yang belum terselesaikan hingga saat ini.
"Masalah di Maybrat itu butuh dukungan semua elemen. Masyarakat butuh sentuhan dari kita semua," kata Maxsi Nelson Ahoren.
Baca juga: Bencana Longsor Kota Sorong Tewaskan Ibu dan Anaknya di Rumah, Berikut Kronologis Tragedinya
Baca juga: 2 Perahu Karet Dirpolairud Polda Papua Barat Evakuasi Warga, Banjir Kota Sorong tak Kunjung Surut
Dalam kesempatan itu, Ketua Ikatan Mahasiswa Maybrat di Kabupaten Manokwari, Daud Israel Howay menuturkan, mahasiswa mendukung keputusan pemerintah pusat terkait sosok Pj Bupati Maybrat meskipun berbeda dari nama-nama yang diusulkan.
"Mendagri sudah putuskan demikian, jadi kami sebagai mahasiswa mendukung demi kebaikan kabupaten kami," ucap Daud Israel.
Menurutnya, mahasiswa berharap program kerja pemerintah daerah satu tahun mendatang lebih tepat sasaran.
Terutama, kepedulian pemerintah daerah bagi mahasiswa melalui penyelesaian pembangunan asrama mahasiswa di Manokwari.