Banjir Sorong
Kota Sorong Kembali Dilanda Banjir, Kawasan Kampung Bugis Paling Parah
Kota Sorong, Papua Barat kembali dilanda banjir setelah hujan sekira tiga jam, Rabu (31/8/2022) sekira pukul 15.00 WIT.
Penulis: Petrus Bolly Lamak | Editor: Jefri Susetio
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Bencana-banjir-kembali-melanda-Kota-Sorong-Papua-Barat-Rabu-3182022.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG - Kota Sorong, Papua Barat kembali dilanda banjir setelah hujan sekira tiga jam, Rabu (31/8/2022) sekira pukul 15.00 WIT.
Satu di antara lokasi yang terdampak banjir terparah yakni kawasan Kampung Bugis, Kelurahan Matalamagi, Distrik Sorong Utara, Kota Sorong.
Hujan deras yang mengguyur Kota Sorong terjadi pukul 15.00 WIT sampai malam ini.
Baca juga: Kapolres Manokwari Warning Aksi Blokade Jalan, Polisi akan Tindak Tegas Warga yang Tutup Jalan
Baca juga: Bawaslu Papua Barat akan Bentuk Panwaslu Kecamatan di 218 Distrik
Seorang warga bernama Albert, yang ditemui di lokasi banjir menyampaikan ia sudah menunggu sejak pukul 18.00 WIT untuk kembali ke rumah.
"Saya tadi pergi ke kuburan kilo 10, saat mau pulang banjir sudah naik. Sudah dua jam saya tertahan disini. Belum lagi motor eror," ujar Albert kepada TribunPapuaBarat.com Rabu (31/8/2022) malam saat sedang menanti surutnya air banjir.
Ia bilang, belum sepekan pascabanjir kini kambali terjadi banjir di Kota Sorong. Dan memang kawasan ini sudah jadi langganan.
"Setiap kali banjir tetap kita pu (punya) kompleks ini pasti saja banjir," katanya.
Baca juga: Manokwari Target Bebas Malaria 2027, Kabid P2P Dinkes Manokwari Urai Indikatornya
Baca juga: Satlantas Manokwari akan Lengkapi Fasilitas Toilet dan Parkiran untuk Disabilitas
Sedangkan Niko, juga mengalami dampak yang sama. Bahkan ia berujar rumahnya dilanda banjir.
"Saya sudah tiga jam di sini. Sedangkan istri anak sudah telpon kalau rumah juga sudah banjir. Sa (saya) pusing sekali," katanya.
Akibat terhalang banjir, puluhan kendaraan roda dua maupun empat tak bisa menerjang banjir. Pengendara memilih bertahan hingga banjir surut.
(*)