Curhat Mama Penjual Sayur di Pasar Sanggeng: BBM Naik, Tarif Ojek Juga Naik
Curhat Mama Penjual Sayur di Pasar Sanggeng: BBM Naik, Tarif Ojek Juga Naik, dia berharap masyarakat pengguna jasa ojek di Manokwari
Penulis: Kresensia Kurniawati Mala Pasa | Editor: Jefri Susetio
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Penjual-Sayur-di-Pasar-Sanggeng.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai Sabtu (3/9/2022) memicu penyesuaian tarif ojek di Manokwari, Papua Barat.
Hal ini lantas meresahkan masyarakat Manokwari, pengguna jasa ojek tersebut.
Seperti yang dikeluhkan Ana (23), penjual sayur di Pasar Sanggeng, Manokwari, Papua Barat.
"Ampun, sekarang ojek pu (punya) mahal apa. Dulu sa dari Amban ke Pasar Sanggeng cuma bayar Rp 10 ribu, sekarang sa harus bayar Rp 25 ribu," ujarnya saat ditemui TribunPapuaBarat.com, Minggu (4/9/2022).
Baca juga: LPSK Komentari Temuan Komnas HAM Terkait Kasus Sambo: Dugaan Pelecehan Itu Janggal
Baca juga: 4 Jam Gelar Mogok Kerja, Sopir Angkot Sorong: Harga BBM Naik Tarif Penumpang Ikut
Alhasil, dalam sehari Ana harus menyisihkan Rp 50 ribu dari pendapatannya, untuk biaya pulang pergi dari rumahnya di Amban ke Pasar Sanggeng.
Setelah sebelumnya, ia cukup merogoh kocek sebesar Rp 20 ribu untuk biaya transportasi.
Diketahui dari Google Maps, jarak dari Amban menuju ke Pasar Sanggeng sejauh 4,8 km. Dapat ditempuh dalam 11 menit menggunakan kendaraan roda dua.
Ana mengaku kenaikan tarif ojek, buntut kenaikan BBM mempersulit keadaannya kini.
Pasalnya, pendapatannya dalam sehari kurang lebih Rp 250 ribu.
Didapatkannya dengan susah payah, setelah menunggu satu per satu pembeli datang membeli sayur kangkung miliknya, dari pukul delapan pagi sampai pukul enam sore.
"Sa tra (tidak) punya kebun sayur. Jadi pagi-pagi beli di mas sayur, satu ikat dengan tiga ribu. Sa jual satu ikat lima ribu," kata dia.
Dalam sehari, Ana bisa membeli 50 ikat kangkung. Sehingga, total modal yang harus ia siapkan adalah Rp 150 ribu.
"Jadi, kalau sayur laku semua, sa dapat 250 ribu. Lima puluh ribu untuk uang ojek, 150 ribu untuk modal, sisa 50 ribu itu bisa buat beli apa. Makanya, sa tambah jual dengan ketimun atau wortel begini, supaya bisa tambah-tambah," imbuhnya.
Kendati demikian, Ana belum berniat menaikkan harga sayur. Lantaran masih mengikuti harga normal di pasaran.
Dia mengaku, jika harga sayur ikut dinaikkan, maka bisa mengimbangi biaya transportasi saat ini.
Baca juga: SETELAH Kenaikan BBM, Puluhan Personel Polres Sorong Kota Jaga Ketat SPBU
Baca juga: Tolak Kenaikan Harga BBM, Buruh se-Indonesia Akan Gelar Demo di 33 Provinsi