Berangkat dari Literasi, Kegigihan Anak Arfak Berantas Buta Aksara Difilmkan

Film dokumenter berjudul Lamek yang menceritakan sosok anak Arfak, Papua Barat, yang gigih memberantas buta aksara lewat literasi resmi diluncurkan.

TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari
Film dokumenter 'Lamek' di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, hasil karya anak Papua, resmi diluncurkan, Kamis (10/9/2022). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Film dokumenter berjudul Lamek yang menceritakan sosok anak Arfak, Papua Barat, yang gigih memberantas buta aksara lewat literasi resmi diluncurkan.

Pemutaran film dokumenter Lamek ini menghadirkan Wakil Bupati Pegunungan Arfak, Pangdam XVIII/Kasuari, Kapolda dan sejumlah anak muda di Manokwari, Papua Barat.

Film dengan durasi 40 menit dan menjadikan Lamek Dowansiba sebagai pemeran utama sukses menghipnotis semua mata yang menyaksikan itu.

Baca juga: Pangdam Kasuari Warning Anggota Perangi Buta Aksara di Pedalaman Kabupaten Kaimana

Produser Eksekutif Film Lamek Franky Umpain menjelaskan, langkah ini berawal dari sebuah riset selama satu tahun sebelumnya.

"Awalnya kita ingin mengangkat persoalan stunting, namun ini harus dimulai dengan literasi," ujar Franky, kepada TribunPapuaBarat.com, Sabtu (10/9/2022).

Menurutnya, lewat film dokumenter Lamek ini merupakan sebuah wujud nyata kreator asli Papua, untuk ikut muncul di dunia digitalisasi yang baik.

"Ini juga merupakan bentuk dari sumbangsih kita dalam memajukan dunia pendidikan di Papua," tuturnya.

Apalagi, hingga kini Tanah Papua seperti Pegunungan Arfak masih banyak daerah yang terisolir dan belum disentuh oleh pendidikan layak.

"Kita memulai dari Lamek Dowansiba karena menurut kami adalah anak muda yang gigih bergerak pada literasi," jelas Franky.

Sehingga, pihaknya mengangkat cerita pribadi yang sangat menarik untuk menjadi contoh bagi masyarakat di Papua Barat.

Halaman
12
  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved