Berita Manokwari

HWDI Papua Barat Sebut Perhatian Pemerintah kepada Penyandang dan Organisasi Disabilitas Minim

HWDI Papua Barat Sebut Perhatian Pemerintah kepada Penyandang dan Organisasi Disabilitas Minim

Penulis: Libertus Manik Allo | Editor: Jefri Susetio
TRIBUNPAPUABARAT.COM/Libertus Manik Allo
MINIM PERHATIAN - Ketua DPD HWDI Papua Barat Pdt Shirley Parinussa mengatakan, perhatian pemerintah kepada penyandang dan organisasi disabilitas di Provinsi Papua Barat masih minim. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Ketua Dewan Pengurus Daerah Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (DPD HWDI) Papua Barat, Pdt. Shirley Parinussa mengatakan, perhatian pemerintah kepada penyandang dan organisasi disabilitas di Provinsi Papua Barat masih minim.

Padahal, organisasi disabilitas seperti HWDI, Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) serta Pusat Pemilihan Umum Akses Disabilitas (PPUAD) bagian dari mitra kerja pemerintah.

"Organisasi penyandang disabilitas ini minim perhatian pemerintah. Sehingga harapan kami ada perhatian lebih dari pemerintah," katanya saat ditemui TribunPapuaBarat.com di Jalan Trikora Wosi, Taman Ria Manokwari, Kamis (15/09/2022).

Baca juga: Temukan Kecurangan Rujukan Berjenjang JKN-KIS, BPJS Perketat Pengawasan

Baca juga: Peserta JKN-KIS Wajib Pahami Sistem Rujukan Berjenjang, BPJS Ungkap Akibatnya Jika tak Patuh

Dia menyampaikan, selama HWDI turut membantu melakukan sosialisasi program-program kerja pemerintah.

Satu di antaranya melakukan pendataan bagi penyandang disabilitas yang ada di 13 kabupaten/kota di Provinsi Papua Barat.

Apalagi, saat ini sudah masuk dalam kelender pemilihan umum (pemilu) 2024 mendatang.

"Organisasi penyandang disabilitas ini minim perhatian pemerintah. Sehingga harapan kami ada perhatian lebih dari pemerintah," ujarnya.

Ia mengungkapkan, apabila organisasi penyandang disabilitas diberikan perhatian lebih maka pendataan penyandang disabilitas bisa menjangkau 13 kabupaten/kota.

Sebab, saat ini mereka baru bisa melakukan pendataan para penyandang disabilitas di Ibu Kota Provinsi Papua Barat saja.

Baca juga: SAKSIKAN Konser Perdana Papua Traditional Music Community di Manokwari, Kejayaan Musik Papua

Baca juga: Pemusik Tradisional Papua Gaungkan Musik Lokal, Punya Mimpi ke Tingkat Internasional

"Dari pendataan kami HWDI Papua Barat di Kabupaten Manokwari jumlah penyandang disabilitas sebanyak 400 orang. Ini bukan hanya wanita tapi juga termasuk pria," bebernya.

Dikatakannya, apabila pemerintah memberikan perhatian lebih kepada organisasi penyandang disabilitas khususnya di Papua Barat, maka mereka bisa membentuk organisasi yang sama di tingkat kabupaten/kota se Papua Barat.

"Saya pemerintah butuh organisasi penyandang disabilitas sebagai jembatan. Karena kalau pemerintah langsung ketemu dengan pribadi agak sulit," pungkasnya.

(*)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved