Soal 6 Prajurit TNI Jadi Tersangka Mutilasi di Mimika Papua, Pangkostrad Sebut Bisa Dipecat

Jika dalam proses pengadilan terbukti melakukan mutilasi, ucap Maruli Simanjuntak, para anggota TNI itu berpeluang dipecat.

Editor: Tarsisius M
Penerangan Kostrad/Kompas.com
Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letnan Jenderal Maruli Simanjuntak bersama para prajurit di Pelabuhan Pelni, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (19/8/2022). Ia mengatakan enam anggota TNI yang menjadi tersangka mutilasi di Mimika, Papua, bisa dipecat. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, JAKARTA- Enam anggota TNI yang menjadi tersangka mutilasi di Mimika, Papua, bisa dipecat.

Pernyataan itu dilontarkan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letnan Jenderal Maruli Simanjuntak.

“Kejahatan biasa saja banyak yang dipecat, apalagi ini kalau dilihat dari kejadian itu kan kejahatan luar biasa,” ujar Maruli Simanjuntak saat dihubungi, Kamis (22/9/2022) malam.

Jika dalam proses pengadilan terbukti melakukan mutilasi, para anggota TNI itu berpeluang dipecat.

Menurut Maruli Simanjuntak, dalam penerapan hukum di TNI, prajurit yang dikenai hukuman berat maupun ringan oleh pengadilan sama-sama mempunyai peluang untuk dipecat, tergantung sifat kejahatannya.

“Walau nanti dia cuma kejahatannya biasa, tapi berpengaruh ke norma-norma bisa dipecat,” kata jenderal bintang tiga itu.

Baca juga: Korban Tewas Kekejaman KKB Bertambah, Isak Tangis Keluarga Pecah Sambut Jenazah di RSUD Mimika

Pemecatan, ucap Maruli Simanjuntak, pada dasarnya merupakan hukuman tambahan yang diberikan institusi TNI bagi prajurit yang terbukti bersalah.

“Jadi, kalau di tentara itu hukuman berat atau berapa bulan pun sebetulnya bisa dipecat tergantung kejahatannya. Itu kan hukuman tambahan kalau di militer itu,” ujarnya.

Sebelum pemecatan diterapkan, TNI menyarankan agar tetap mengikuti proses persidangannya terlebih dahulu.

“Tetap hargai proses sidang lah,” kata Maruli Simanjuntak.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved