Lukas Enembe Tersangka

Gubernur Papua Lukas Enembe 2 Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron, mengaku KPK telah menerima kuasa hukum dan dokter pribadi Lukas Enembe, Jumat (23/9/2022).

Editor: Tarsisius M
Dokumen Kemendagri
Mendagri Tito Karnavian bersama Gubernur Papua Lukas Enembe. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyiapkan surat panggilan ketiga untuk gubernur Papua, Lukas Enembe. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyiapkan surat panggilan ketiga untuk gubernur Papua, Lukas Enembe.

Sebelumnya, Lukas Enembe manggir dari dua panggilan KPK

Terbaru, gubernur Papua tersebut tak muncul di kantor KPK untuk pemeriksaan pada Senin (26/9/2022) karena alasan sakit.

Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron, mengaku KPK telah menerima kuasa hukum dan dokter pribadi Lukas Enembe, Jumat (23/9/2022).

Kala itu, kuasa hukum Lukas Enembe mengatakan kliennya sedang sakit.

Kemudian, kuasa hukum Lukas Enembe juga mengirimkan surat permintaan penundaan pemeriksaan terhadap gubernur Papua tersebut, Senin (26/9/2022).

Baca juga: Diseret ke Kasus Lukas Enembe, Waterpauw Somasi Kuasa Hukum Gubernur Papua: Jangan Bikin Diri Inti

"KPK memang benar pada Jumat (23/9/2022), menerima kuasa hukum bersama dokter pribadi Pak Lukas Enembe. Menyampaikan bahwa yang bersangkutan sedang sakit dan menunjukkan surat keterangan sakit."

"Kemudian pada Senin (26/9/2022), (mereka) mengirimkan surat, karena memang panggilannya untuk kehadiran pada Senin," kata Nurul dalam Live Program ''Sapa Indonesia Pagi' Kompas TV, Selasa (27/9/2022).

Menurutnya, pada hari yang sama, kuasa hukum Lukas Enembe juga menyampaikan surat minta penundaan pemeriksaan.

"Penundaannya itu tidak jelas sampai kapan. Seandainya ada kejelasan tentu kami bisa memahami."

"Karena tidak ada kejelasan, kami sudah juga mempersiapkan surat panggilan ketiga," kata Nurul Ghufron.

Baca juga: Soal Gubernur Papua Lukas Enembe, Presiden Jokowi: Semua Harus Menghormati Panggilan KPK

Eks Petinggi OPM Imbau Lukas Enembe Taat Aturan

Sebelumnya, mantan petinggi Organisasi Papua Merdeka (OPM), Alex Ruyawri Yessi Makabori, mengimbau Lukas Enembe agar mematuhi proses penegakan hukum.

“Saya pernah dipenjara selama dua tahun dua bulan karena melanggar hukum, yaitu terlibat dalam kasus politik Papua Merdeka," kata Alex Ruyawri Yessi Makabori, Selasa (27/9/2022).

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved