Wujudkan Ekonomi Hijau, BPS: SDM dan SDA di Papua Barat Harus Selaras
laju pertumbuhan penduduk Papua Barat menjadi tantangan sekaligus aset demografi untuk mewujudkan ekonomi hijau.
Penulis: Kresensia Kurniawati Mala Pasa | Editor: Elias Andi Ponganan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Foto.jpg)
"Angka kelahiran total yang mencapai 3,2 persen per tahun," terang dia.
Baca juga: Paulus Waterpauw Minta OPD Aktifkan Aplikasi SIDASSKEN, BPS: Penginputan Data Sangat Minim
Selain itu Papua Barat juga merupakan salah satu tujuan migrasi.
Dari hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2019, Papua Barat menempati urutan kelima migrasi seumur hidup (31,6 persen) dan urutan keempat migrasi risen (5,1 persen).
Selain itu, hasil Susenas Maret 2022 menunjukan bahwa Papua Barat merupakan provinsi dengan persentase kemiskinan tertinggi kedua di Indonesia (21,33 persen).
Terjadi kesenjangan wilayah desa dan kota dalam persentase penduduk miskin yaitu 5-6 persen di perkotaan dan 32-35 persen di perdesaan pada periode tahun 2019 - 2022.
"Sudah saatnya mengubah tantangan laju pertumbuhan penduduk yang pesat tersebut untuk mengentas kemiskinan melalui program ekonomi hijau," pungkas dia.(*)