Senin, 13 April 2026

Wujudkan Ekonomi Hijau, BPS: SDM dan SDA di Papua Barat Harus Selaras

laju pertumbuhan penduduk Papua Barat menjadi tantangan sekaligus aset demografi untuk mewujudkan ekonomi hijau.

Tayang:
zoom-inlihat foto Wujudkan Ekonomi Hijau, BPS: SDM dan SDA di Papua Barat Harus Selaras
TRIBUNPAPUABARAT.COM/KRESENSIA KURNIAWATI MALA PASA
EKONOMI HIJAU - Kepala BPS Papua Barat, Maritje Pattiwaellapia (kanan) berfoto usai memberi sambutan dalam diseminasi riset BRIN dan BPS bertajuk 'Pembangunan Ekonomi Hijau dan Kondisi Sosial Demografi Penduduk Indonesia: Mewujudkan Kesejahteraan Penduduk dan Lingkungan Berkelanjutan' di Manokwari, Kamis (10/11/2022). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Barat menilai keselarasan antara sumber daya manusia (SDM), dan sumber daya alam (SDA) menjadi modal dalam mewujudkan ekonomi hijau di wilayah setempat.

Kepala BPS Papua Barat, Maritje Pattiwaellapia mengatakan, laju pertumbuhan penduduk merupakan tantangan sekaligus aset demografi untuk mewujudkan ekonomi hijau.

Jumlah penduduk yang meningkat berimbas terhadap peningkatan kebutuhan pangan, energi dan lahan untuk tempat tinggal. 

"Tapi bisa jadi aset demografi untuk mewujudkan ekonomi hijau. Asalkan, ada keselarasan SDM dan SDA," kata Maritje Pattiwaellapia dalam diseminasi riset BRIN dan BPS bertajuk 'Pembangunan Ekonomi Hijau dan Kondisi  Sosial Demografi Penduduk Indonesia: Mewujudkan Kesejahteraan Penduduk dan Lingkungan Berkelanjutan' di Manokwari, Kamis (10/11/2022).

Baca juga: Generasi Muda Subjek Pembangunan Ekonomi Hijau, Paulus Waterpauw: Harus Upgrade Diri

Baca juga: Ekonomi Hijau di Papua Barat Mulai Tumbuh, BPS dan BRIN Sebut Kendalanya Kini Ada di Hilir

Penduduk sebagai subjek pembangunan harus mampu menjalankan penghidupannya dengan memanfaatkan SDA secara berkelanjutan.

Dalam konteks tersebut, penduduk Papua Barat memiliki posisi yang menarik. 

Mata pencaharian sebagian penduduk berkaitan dengan alam seperti pertanian, perkebunan, perikanan, dan pariwisata.

"Ini harus memiliki kesadaran yang kuat pada pelestarian alam," ucap Maritje Pattiwaellapia.

Baca juga: BPS Sebut Pendataan Regsosek di Papua Barat Butuh Dukungan Pemda dan Masyarakat

 Ia melanjutkan, praktik ekonomi ramah lingkungan perlu didukung oleh adat dan budaya.

Sebagai contoh, sasi atau pantangan menebang pohon pala karena memiliki simbol sebagai seorang ibu. 

Dari sisi kebijakan, Papua Barat juga telah dicanangkan sebagai provinsi konservasi dan telah didukung dengan berbagai regulasi baik peraturan daerah maupun peraturan gubernur. 

"Papua Barat sudah didukung dengan adanya regulasi," ucap dia.

Baca juga: Riset BPS-BRIN, Peran Sosial Demografi Dukung Pembangunan Ekonomi Hijau

Baca juga: Inggris Tak Bisa Lagi Jadi Donatur Program Ekonomi Hijau di Papua Barat, Wabah Covid-19 Penyebabnya

Berdasarkan hasil Sensus Penduduk 2020, jumlah penduduk Papua Barat sebanyak 1,13 juta jiwa.

Jumlah ini mengalami peningkatan 373,65 ribu jiwa jika dibandingkan dengan Sensus Penduduk tahun 2010.

Sehingga laju pertumbuhan penduduk Papua Barat dari tahun 2010 ke tahun 2020 sebesar 3,94 persen per tahun.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved