Partai Buruh Nilai Kenaikan UMP Papua Barat 2023 Tidak Adil untuk Buruh
"Kalau kami melihat itu merupakan penghinaan bagi para buruh," ucap Ketua Exco Partai Buruh Papua Barat, Jhon Pangetti.
Penulis: Libertus Manik Allo | Editor: Elias Andi Ponganan
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Dewan Pengupahan Provinsi Papua Barat telah menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) Papua Barat tahun 2023 sebesar Rp 3.282.000.
UMP Papua Barat 2023 dinilai tidak seimbang dengan biaya pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari oleh para buruh.
UMP Papua Barat 2023 hanya naik 2,56 persen atau Rp 82 ribu jika dibandingkan dengan UMP Papua Barat tahun 2022.
"Kalau kami melihat itu merupakan penghinaan bagi para buruh," ucap Ketua Exco Partai Buruh Papua Barat, Jhon Pangetti saat dikonfirmasi Tribunpapubarat.com di Manokwari, Kamis (8/12/2022).
Baca juga: Breaking News - Resmi, UMP Papua Barat 2023 Rp 3.282.000, Naik Rp 82.000
Baca juga: UMP Papua Barat 2023 Dinilai Ketua DPR PB Tak Adil untuk Buruh
Ia melanjutkan, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mengakibatkan harga kebutuhan pokok lainnya juga mengalami lonjakan harga.
Semestinya pemerintah daerah melalui Dewan Pengupahan Provinsi Papua Barat lebih mempertimbangkan tingkat kemahalan dalam menentukan besaran UMP Papua Barat 2023.
"Daya beli masyarakat tidak mampu sebab harga BBM naik," tutur Jhon Pangetti.
Pihaknya konsisten memperjuangkan UMP tahun mendatang bisa meningkat hingga 13 persen.
Sehingga, kehidupan buruh di Papua Barat semakin sejahtera.
Hal itu merupakan instruksi dari Presiden Partai Buruh, Said Iqbal.
"Karena selama tiga tahun upah buruh tidak pernah dinaikkan. Padahal masalah ekonomi kan stabil," ujar Jhon Pangetti.
Baca juga: UMP Papua Barat 2023 Ditetapkan, Pj Gubernur: Mengacu pada Hasil Pleno Dewan Pengupahan Provinsi
Baca juga: UMP Papua Barat Hanya Naik Rp 82 Ribu, Serikat Buruh Kecewa: Mau Beli Barang Naik Segitu?
Apabila pemerintah tidak menurunkan harga BBM, dalam minggu ketiga Desember 2022 buruh akan melakukan mogok serentak se-Indonesia.
"Kita tinggal lihat bagaimana pemerintah menyikapinya," ucap Jhon Pangetti.
Menurutnya, Partai Buruh lahir dari11 serikat buruh terbesar di Indonesia.
Sehingga, pihaknya akan terus memperjuangkan nasib buruh di Indonesia.